Showing posts with label BL NOVEL. Show all posts
Showing posts with label BL NOVEL. Show all posts

Thursday, September 1, 2016

[Lyrics: THAI & INDO Trans.] เรื่องเมื่อคืน ( Reuang Meua Keun / About Last Night ) by น้ำชา ชีรณัฐ (Namcha Cheeranat)

Song Language: Thai
OST: Make It Right the Series
Year: 2016


[THAI]
คงหมดเวลาของเรา กลับคืนสู่ความว่างเปล่า
เรื่องราวที่มีแค่เรา ที่รู้กันเท่านั้น
มันเกิดจากความรู้สึก หรือเป็นแค่เพียงคนเหงา
ที่มาเจอกัน

(*) มันอาจไม่เรียกว่ารัก แต่มันดีพอให้ฉัน ลืมเธอไม่ลง

(**) แต่ความจริงคือฉันไม่ควรอยู่ตรงนี้ ต่อไป
เมื่อรู้ทั้งรู้ว่าเธอมีเค้าทั้งใจ
ก็แค่เรื่องของคนเหงา ที่ไม่มีวันต่อไป
สุดท้ายแล้วผิดที่ฉันที่มันเกิดเผลอใจ
คิดถึงแต่เรื่องเมื่อคืน

ความจริงมันควรต้องจบ คงไม่มีทางต้องเจ็บ
ไม่เก็บเอาเรื่องนั้นมา คิดถึงมันอีกแล้ว
เธออาจไม่ทันรู้สึก กับช่วงเวลาแค่นั้น ที่มาเจอกัน

Back to: (*), (**), (**), (**)


[ROMAN]
Kong mot welah kaung rao glup keun soo kwahm wahng bplao
Reuang rao tee mee kae rao tee roo gun tao nun
Mun gert jahk kwahm roo seuk reu bpen kae piang kon ngao
Tee mah jur gun

(*) Mun aht mai riak wah ruk dtae mun dee por hai chun leum tur mai long

(**) Dtae kwahm jing keu chun mai kuan yoo dtrong nee dtor bpai
Meua roo tung roo wah tur mee kao tung jai
Gor kae reuang kaung kon ngao tee mai mee wun dtor bpai
Soot tai laeo pit tee chun tee mun gert plur jai
Kit teung dtae reuang meua keun

Kwahm jing mun kuan dtaung jop kong mai mee tahng dtaung jep
Mai gep ao reuang nun mah kit teung mun eek laeo
Tur aht mai tun roo seuk gup chuang welah kae nun tee mah jur gun

Back to: (*), (**), (**), (**)


[INDO TRANS.]
Waktu kita telah usai, waktunya kembali pada kesunyian
Cerita yang hanya kita yang tau
Apakah itu terjadi karena perasaan? Atau hanya karena dua orang kesepian
Yang saling bertemu

(*) Mungkin itu bukanlah cinta, tapi itu sudah cukup bagiku untuk tidak melupakanmu

(**) Tapi kenyataannya adalah aku tak seharusnya ada di sini lagi
Bahkan saat aku tau bahwa kau telah mencintainya dengan segenap jiwamu
Ini hanya masalah dua orang kesepian yang tidak akan pernah berlanjut
Pada akhirnya, ini adalah kesalahanku yang bersikap tak perduli
Yang hanya berpikir tentang kejadian semalam

Kenyataannya ini harus berhenti, agar tidak akan ada yang merasa tersakiti
Aku tidak seharusnya menahan hal ini atau berpikir tentang mereka lagi
Kau mungkin tidak merasakan apapun di saat kita bertemu


Source:

Thursday, December 3, 2015

[BL NOVEL] I want to be your man (Indo trans.) chapter 57



Title: I want to be your man
Author: Angelina
Chapter: 57/121
Genre: Boys Love
Original Novel:
http://www.blnovel.com/10/10587/
Language: Bahasa Indonesia
N.B: Hanya menerjemahkan novel karangan Angelina dari Mandarin ke Indonesia dengan beberapa improvisasi. Penerjemah tidak mengambil keuntungan apapun atas terjemahan ini. Kesalahan kata dalam penerjemahan mohon dimaklumi, karena masih belajar. Update akan ASAP.. Terima kasih ^^.
Didedikasikan kepada seluruh fans Yan Yan x Su Xiaomi (Dong Yufeng x Ma Yao) Indonesia.


Chapter 57: Jika Aku Mati


Pagi-pagi sekali, Nenek Xiaomi memanggil mereka berdua untuk sarapan, tetapi justru menemukan dua sosok pria yang sedang tertidur di lantai. “Ada apa dengan kalian?”. Apa yang dilihat Nenek Xiaomi adalah hasil dari ‘perbuatan’ Yan Yan dan Xiaomi semalam yang terlalu bersemangat. Su Xiaomi yang lelah bahkan tidak mengenakan pakaian, dan ia melihat Yan Yan tahu-tahu sudah berpakaian.

Su Xiaomi cepat-cepat membungkus tubuhnya yang telanjang dengan selimut, “Nenek.. kasur ini.. kami tertidur, lalu aku berguling, buruk sekali, hampir saja pingganggu patah”. Selesai dengan kalimatnya, ia kemudian menyesal karena Neneknya kembali penasaran. “biarkan Nenek lihat pinggangmu”

“Nek, jangan ke sini, jangan ke sini”. Su Xiaomi langsung menghalau dengan tangannya.

“apa yang terjadi?”

Xiaomi menatap minta pertolongan pada Yan Yan, tapi Yan Yan justru mengalihkan pandangannya ke arah Nenek: “Nenek, aku ingin mandi”

“Nenek sudah memanaskan air di sana”

“terima kasih, Nek” Yan Yan berdiri, sengaja membiarkan Xiaomi dengan selimutnya yang hampir mengekspos bagian tubuh bagian atasnya. Saat neneknya tidak melihat, Xiaomi menunjuk-nunjuk Yan Yan dengan kesal.

“ayo, biarkan Nenek melihat pinggangmu”

Su Xiaomi makin membungkus dirinya seperti ulat, “tidak perlu, Nenek pergi saja”

“apa yang terjadi?”

Akhirnya, Xiaomi mengatakannya dengan wajah merona: “kemarin aku tidur dengannya, karena kami berdua kepanasan, kami pun melepas pakaian. Aku tak mengenakan apapun..”

Nenek Xiaomi mengomel: “kau, Nenek sudah melihatmu tumbuh sebesar ini, tak ada yang perlu dirasa malu”. Nenek membuka paksa selimut Xiaomi dan membuat pria itu berteriak. Ia bingung, di pagi hari ada seorang wanita tua melihat tubuh telanjangnya yang putih nan mulus.

Di sisi lain, Yan Yan sudah kembali dari mandinya. Nenek Xiaomi menyuruhnya untuk sarapan, dan Xiaomi masih berbaring-baring di sana, sambil menatap ke pojokan ia berkata pada Yan Yan: “Yan, aku melihat ada cahaya di sana” Yan Yan kemudian memberikan tepukan keras di pantat Xiaomi: “pagi-pagi sudah ingin bermain, cepat bangun dan makan”

Su Xiaomi langsung berdiri, segera mandi dan berpakaian.

Tak lama, keduanya pun sedang menikmati sarapan. Xiaomi dengan semangat menceritakan masa kecilnya dulu. Yan Yan di sampingnya dengan sabar mendengarkan. Setelah sarapan, mereka berjalan-jalan mendaki bukit di belakang rumah. Xiaomi sudah kelelahan dan berkeringat: “membayangkan tempat ini lebih jauh, mendaki sekarang saja sudah kelelahan” Yan Yan menatap Xiaomi sambil mengambil rokok dari tasnya dan menyalakannya. Asap yang keluar dari mulutnya perlahan menghilang terbawa angin.

“Yan, gunung ini indah, kan?”

“ini gunung biasa” Yan Yan berkata sesuai fakta

“kalau karangan bunga ini?”

“hanya bunga biasa”

“kalau anjing ini?”

“memangnya kenapa?” mereka ternyata diikuti oleh Si Hitam kecil anjing Nenek Xiaomi

“bagaimana kalau aku?” Xiaomi mengganti topik bahasan

“bagaimana kalau kamu?”

“aku tampan, kan?”

“kau bahkan bertanya hal yang memalukan seperti itu”

“apa yang kau pikirkan kalau aku ini tampan?” sekarang mata Xiaomi menatap Yan Yan

Yan Yan berkedip: “kau harus dengar benar atau salah”

“salah”

“aku tak bisa bilang”

Su Xiaomi kembali menatap mata Yan Yan, tapi tak berani mengatakan apapun. Xiaomi tetap melanjutkan aksinya agar Yan Yan mau bicara, dan Yan yan pun menjelaskan berbagai macam hal.

Akhirnya Xiaomi yang merasa kakinya sudah lelah, memutuskan untuk berhenti. “Yan, ayo istirahat”
Yan Yan berhenti berjalan di depan Xiaomi “kenapa?”

“aku lelah sekali”

Yan Yan dan Xiaomi terlihat seperti anak-anak, mereka duduk bersampingan. Tiba-tiba Xiaomi merangkul leher Yan Yan dan berkata: “waktu aku kecil sebelum bermain di sini, aku sudah berpikir akan dua orang yang saling mencintai duduk bersama di sini dengan akhir yang bagus, dan hari ini pun akhirnya tiba.

“apa masa kecilmu begitu bodoh?”

“sialan. Tapi kemudian aku tidak berpikir bahwa akan ada seorang pria..”

“kenapa, kau menyesal?”

Su Xiaomi menggelengkan kepalanya “tidak, walaupun aku sering menyesali diri sendiri. Tapi aku tidak pernah menyesal bersamamu”

“benarkah?” Yan Yan tertawa

“Yan, nanti tidak akan ada yang memisahkan kita, kan?”

“tidak”

“bagaimana jika suatu hari nanti aku mati, apa yang akan kau lakukan?”

“aku akan menguburmu”

“kau..”

“Su Xiaomi, ada hal yang memang bisa aku bayangkan dan ada juga yang tidak.” Yan Yan cemberut

“aku kan hanya bertanya”

Yan Yan kemudian berdiri “cukup istirahatnya, ayo pergi”

“kembali ke sini” Su Xiaomi malah duduk di tanah, dengan nakal menarik Yan Yan agar duduk kembali bersama Xiaomi. Tapi Yan Yan yang menatap balik ke arah Xiaomi membuat Xiaomi tak bisa apa-apa. Ia pun melompat ke arah Yan Yan dan menurut untuk pergi.

“Yan, setelah kita pindah tempat tinggal, dengan pemandangan yang bagus seperti ini, tidak ada siapapun, kita bisa pergi bersenang-senang”

“lalu apa yang kau mau? Bermain di halaman sini?”

“lihat jika kau tidak punya kualitas bicara seperti ini” ucap Yan Yan berhadapan dengan Xiaomi “aku benar-benar tidak mengerti, pikiranmu bisa berpura-pura, ah”

“apa kau pikir kau punya posisi untuk berkata seperti itu padaku?” Yan Yan berbalik ke belakang melihat Xiaomi yang sedari tadi terus bicara.

Su Xiaomi tidak membahas ini lebih lanjut, tapi ia kembali berkata.. “Yan, jangan menyakitiku terlalu banyak, ya”

“Su Xiaomi, tidak biasanya kau bicara banyak seperti ini”

“aku senang, sangat senang karena di sini tidak ada Yang Hui, Li Yixing, juga tidak ada Lu Yiyi. Mereka semua yang tidak sedap dipandang. Di sini hanya ada kau dan aku”

“dan kakek nenekmu”

Xiaomi “kau tidak tahu suasana hati”

 “Su Xiaomi, aku belum menjawab pertanyaanmu. Jika kau mati, aku tidak akan bisa bertahan tanpamu. Tapi jika aku yang mati, aku ingin kau ikut bersamaku”

“kau memang racun”

“itu lebih baik daripada kau harus terus berlutut dan menangis di pemakaman ku”

“kau berhak berpikir serius seperti itu"

***


*2 kalimat Xiaomi terakhir, duh.. puyeng haha xDD

Wednesday, November 25, 2015

[BL NOVEL] I want to be your man (Indo trans.) chapter 56


Title: I want to be your man
Author: Angelina
Chapter: 56/121
Genre: Boys Love, SMUT (for this chap)
Original Novel:
http://www.blnovel.com/10/10587/
Language: Bahasa Indonesia
N.B: Hanya menerjemahkan novel karangan Angelina dari Mandarin ke Indonesia dengan beberapa improvisasi. Penerjemah tidak mengambil keuntungan apapun atas terjemahan ini. Kesalahan kata dalam penerjemahan mohon dimaklumi, karena masih belajar. Update akan ASAP.. Terima kasih ^^.
Didedikasikan kepada seluruh fans Yan Yan x Su Xiaomi (Dong Yufeng x Ma Yao) Indonesia.


Chapter 56: Sedikit Sulit


Malam harinya saat kakek Xiaomi masih bermain kartu, ia tersenyum: “Xiaomi, padahal baru beberapa hari yang lalu kau pergi, kau sudah tumbuh setinggi ini” ucapnya sambil menepuk-nepuk bahu Yan Yan.

Mau tak mau Nenek pun bicara: “ini teman Xiaomi. Lihatlah, Xiaomi ada di belakangnya”

Kakek tidak begitu melihat ada Xiaomi di situ, “ah maaf, kakek tidak melihatmu”

Xiaomi mengomel dalam hati, ‘ini diskriminasi, diskriminasi yang serius!’

“Kakek, halo, nama saya Yan Yan. Kelihatannya Kakek sangat senang memenangkan uang ini”

“banyak yang tidak menang juga, kok. Hanya 20 kali”. Kakek tersenyum lebih lebar

“Hanya 20 kali Kakek sudah merasa senang”, Su Xiaomi terkejut pada kakeknya yang terdengar sombong. Yan Yan kemudian mengeluarkan setumpuk uang dari dompetnya, “Saya tidak membawa hadiah untuk kakek dan nenek. Saya harap kakek dan nenek mau menerimanya”

“uangnya banyak sekali, kami tidak bisa..”

“tidak banyak kok. Maksud saya, jika anda tidak menerimanya, saya akan sungkan tinggal di sini”

Yan Yan mengucapkannya dengan ramah. Kedua orang tua itu pun menerima uang pemberian Yan Yan. Yan Yan yang baik benar-benar membuat Su Xiaomi yang ada di sampingnya menjerit dalam hati, ‘apa-apaan itu? Terlihat seperti uang suap! Ini bukan pernyataan serius, itu hanya sanjungan dari iblis’

Setelah makan malam, Xiaomi pergi merebus air untuk dipakai ia mandi bersama Yan Yan. Xiaomi melihat kabut asap dari air panas yang menguap di jendela, Xiaomi berkata pada Yan Yan: “malam ini begitu dingin, tak ada makanan enak, biarkan aku mandi dulu. Aku tak bisa memikirkannya, ah..aku terkejut ada tempat kecil yang begitu jauh dan terbelakang di dunia ini..pedesaan ah pedesaan..”

“Bukankah kau juga dari desa ini?”

“Jangan menyela pembicaraan orang” ucap Xiaomi kesal. Ia memecah suasana dengan mendesah dan mengibaskan rambutnya. Saat nenek Xiaomi memanggilnya untuk mandi, Xiaomi justru menyuruh Yan Yan untuk segera mandi: “kau pergilah mandi. Cepat kembali dan lanjutkan pembicaraan kita jika aku nanti tidak jadi mandi”

Yan Yan tidak begitu peduli dengan perkataan Xiaomi. Xiaomi yang membawakan pakaiannya telah menggiringnya ke dalam kamar mandi. Setelah setengah jam, Yan Yan kembali. Ia terlihat tenang sambil menyeka tetesan air yang membasahi rambutnya. Su Xiaomi pun bertanya, “apa kau tidak kedinginan?”

“tidak, tapi akan dingin saat kau tak pakai baju. Maka mandilah saat tubuhmu panas.” ucap Yan Yan acuh tak acuh.

Xiaomi hanya menatapYan Yan dengan wajah datar, ia tidak melihat ada yang aneh pada Yan Yan. Akhirnya setelah mengenakan pakaian dan pergi ke kamar meninggalkan Xiaomi, Yan Yan mengomel: “sial, dingin sekali!”. Setelah selesai ia pun segera pergi tidur.

Sementara itu, Xiaomi sedang mencampurkan air panas dan air dingin. Ia mulai dengan memakai sampo, dan mensugesti diri sendiri untuk membuat pikirannya nyaman: “Yan Yan bilang tidak dingin, Yan Yan bilang tidak dingin, Yan Yan bilang tidak dingin”

Sambil menunggu air mandinya siap, Xiaomi mulai menanggalkan pakaiannya. Ia menggigil kedinginan dan terus berbicara sendiri. Saat ia menyiramkan sedikit air ke tubuhnya, seketika juga ada angin yang berhembus mengenainya. Xiaomi pun berteriak kencang kedinginan: “sialan, ini dingin sekali! Kenapa Yan Yan bilang tidak merasa dingin?!” tapi tubuh Xiaomi sudah terlanjur basah, ia harus menelan pil pahit. Bibirnya membiru karena terlalu dingin, ia pun cepat-cepat menyelesaikan mandinya dan bergegas menuju kamar mengambil selimut. Tubuh Yan Yan yang tadi sedingin balok es kini mulai menghangat, namun ia tersentak karena tubuhnya seperti terkena AC. Ia kemudian membuka selimutnya dan menemukan Xiaomi di sana sedang memeluknya: “pergilah, tubuh dinginmu membuatku mati”

“tidak masalah, Yan. Biarkan orang ini berpelukan” Xiaomi makin mengeratkan pelukannya seperti gurita, Yan Yan hampir mati kehabisan napas karenanya. Bahkan Yan Yan ingin pindah pun tak bisa bergerak.

“Yan, lain kali aku lebih dulu yang mandi, saat kau mandi kau tidak merasa dingin. Kau tahu tidak aku sangat kedinginan waktu mandi tadi. Kau selalu saja beruntung.” Xiaomi berkata dengan marah sambil menarik pakaian Yan Yan.

Yan Yan tidak berbicara.

Sekarang yang menjadi masalah adalah tempat tidur mereka, asalkan mereka bergerak dengan wajar dan tidak menimbulkan decitan maka akan baik-baik saja. Tempat tidur ini sangat kuno, hanya beberapa potong kayu yang disambung bersama dan agak keras. Ini pertama kalinya Yan Yan tidur di tempat tidur seperti itu, dan ia sangat tidak nyaman. Ia pun menyalakan rokoknya: “kulihat tempat tidur ini, tubuhku hampir jadi satu”

Su Xiaomi makin menempel erat pada Yan Yan, ia mengiyakan perkataan Yan Yan: “memang begini, tidak ada cara lain, dan kita akan di sini untuk beberapa waktu”

Yan Yan kemudian mematikan rokoknya dan kembali pada Xiaomi: “jadi kau bisa mengurus titik tuan kecil ini?”

Su Xiaomi sangat sensitif dengan kalimat seperti itu. Ia tahu maksud Yan Yan, wajahnya pun jadi merona. Yan Yan menciumi leher Xiaomi, semakin naik dan melumat bibir Xiaomi. Ciuman Yan Yan yang penuh gairah membuat bibir Xiaomi berdarah. Mereka kembali berciuman kali ini saling memainkan lidah. Yan Yan membantu Xiaomi menanggalkan pakaian dan menciuminya lagi. Saat Xiaomi duduk di tubuh Yan Yan, tiba-tiba tempat tidurnya berdecit lagi, Yan Yan cemberut: “kakek nenekmu tidak akan mendengar, kan?”

Xiaomi melanjutkan membuka pakaian Yan Yan: “tidak, pendengaran mereka begitu buruk, mereka tidak akan mendengar sampai sejauh ini”. Setelah melepas pakaian Yan Yan, Xiaomi mulai mencium mata, bibir, dan tubuh Yan Yan yang hangat, lalu perlahan bergerak ke arah bagian bawah tubuh dan menghisap milik Yan Yan. Dengan samar, Xiaomi melihat wajah Yan Yan yang menyeringai sambil menyentuh Xiaomi.

Dengan ukuran milik Yan Yan yang makin membesar di dalam mulut Xiaomi, bahkan Xiaomi sendiri sudah tidak sanggup menahannya. Yan Yan kemudian menarik Xiaomi dan menekan tubuhnya. Yan Yan juga membalikkan tubuh Xiaomi dan memberikan minyak pelumas di bagian belakang tubuh Xiaomi hingga ke bagian dadanya. Su Xiaomi merasa apa yang ia lakukan sudah cukup lama mengikuti Yan Yan. Tubuhnya kini ingin didesak oleh Yan Yan: “Nah, Ah..”

Jari Yan Yan yang lembut memasuki bagian belakang Xiaomi yang sudah basah. Membuat tubuh Xiaomi semakin rendah. “Woh, Yan, ah, ah sakit..”

Yan Yan semakin menekan Xiaomi: “di mana yang sakit?”

“Ah, ah,, mereka ingin kau memasuki ku” ucapan Xiaomi yang eksplisit membuat wajahnya makin memerah.

Akhirnya,  saat Su Xiaomi masih menahannya, Yan Yan kemudian memasukkan miliknya ke bagian belakang Xiaomi, membuat Xiaomi merasa nyaman dan mendesah “ah, uh, uh, ah, Yan, aku ingin,, aku mau,,”

Tempat tidur mereka berbunyi lagi, tapi mereka tidak mempedulikannya. Xiaomi terus merangkak dengan tangan, kaki, dan pinggangnya: “lebih tekan sedikit, ah, ah, ke, keras”. Sementara mereka berdua masih dalam kondisi penuh gairah, tiba-tiba saja tempat tidur mereka berbunyi untuk yang terakhir kali, dan semuanya pun jatuh berantakan. Su Xiaomi berteriak, mereka berdua jatuh ke lantai bersama dengan tempat tidurnya. Yan Yan lalu berdiri dan melihat semuanya berantakan, ia pun mengeluarkan rokok dan menyalakannya. Sementara Xiaomi masih terduduk tak bereaksi apapun di sebelah tempat tidur yang sudah rusak. Nampaknya dia terkejut karena kecelakaan yang tiba-tiba itu.

Yan Yan menyindir nakal: “kenapa kau harus membuatnya sulit.. bagus,  kau sudah membuat tempat tidur ini rusak”

Su Xiaomi melihat ada sebuah lubang di dekatnya, ia menggigit bibir bawahnya malu “di situlah kita akan tidur malam ini, ah”

“kita bisa tidur di lantai” Yan Yan memerintah Xiaomi agar meletakkan selimut di lantai, kemudian mereka berbaring di sana. Xiaomi tidak bisa bangun, ia menempel pada Yan Yan yang tubuhnya mulai dingin. Xiaomi membungkuk dan berkata di telinga Yan Yan: “seharusnya ini bukan menjadi masalah, tapi kita terpaksa melakukannya”

“akhirnya tiba juga, ah?”

“lebih baik dengan selimut”
***

*chapter ini lebih sulit,, uughh… mandarinnya syusyah~~

Tuesday, November 17, 2015

[BL NOVEL] I want to be your man (Indo trans.) chapter 55


Title: I want to be your man
Author: Angelina
Chapter: 55/121
Genre: Boys Love
Original Novel:
http://www.blnovel.com/10/10587/
Language: Bahasa Indonesia
N.B: Hanya menerjemahkan novel karangan Angelina dari Mandarin ke Indonesia dengan beberapa improvisasi. Saya tidak mengambil keuntungan apapun atas terjemahan ini. Kesalahan kata dalam penerjemahan mohon dimaklumi, karena masih belajar. Update akan ASAP.. Terima kasih ^^.
Didedikasikan kepada seluruh fans Yan Yan x Su Xiaomi (Dong Yufeng x Ma Yao) Indonesia.


Chapter 55: Rumah Nenek, Tempat Kisah Cinta yang Indah

Xiaomi pun pulang, sementara di rumahnya menyiapkan makan malam, Xiaomi memasang wajah muram. Melihat wajah anaknya yang seperti itu, Ibu Xiaomi bertanya: “Xiaomi, ada apa denganmu?”

“Ma, ada sesuatu yang belum aku katakan padamu tentang Yan Yan yang sebenarnya. Walaupun rumahnya mewah  dan uangnya berlimpah, ia tidak mendapat kehangatan dari keluarganya seperti keluarga kita. Ayahnya membenci Ibunya yang membiarkan Yan Yan kabur dari rumah bersama pacarnya. Sejak saat itu ayahnya mengusir Yan Yan. Meski Yan Yan tidak memberitahu betapa sedihnya ia, tapi seringkali aku melihatnya menghapus air matanya dan berpura-pura tegar. Sekarang dia tinggal di rumah sendiri sudah lebih dari setahun. Aku ingin dia menemaniku ke rumah nenek, akan kejam bila aku membiarkannya sedih terus.” Xiaomi berbicara dengan nada yang semakin sedih di akhir.

Ibu Xiaomi melihat ekspresi kesedihan anaknya: “kasihan sekali Yan Yan, bagaimana bisa kau tidak bilang sebelumnya. Ibu juga ingin ia datang ke rumah tahun baru ini”

Ayah Xiaomi juga  melanjutkan: “ajaklah dia kalau dia mau pergi ke rumah nenek. Xiaomi, kau harus bersikap baik pada orang lain”

Xiaomi menepuk-nepuk bahu ayahnya, “jangan khawatir, aku mengerti kok”

Tapi Xiaomi memikirkan sesuatu hal yang membuatnya merasa sangat pintar, jika dia menelepon Yan Yan, pasti ia tak akan mau pergi. Jadi Xiaomi meminta Ibunya lah yang menelepon Yan Yan. “Ma, kau tau kan, Yan Yan itu jika aku memintanya pergi, pasti ia berpikir aku merasa bersalah padanya, jadi.. Mama saja ya yang menelepon” nada bicara Xiaomi berubah dewasa.

“Ini sesuatu yang bagus untukku”

Ini pertama kalinya Yan Yan merasa ada hawa dingin muncul tiba-tiba. Tiba-tiba ponsel Yan Yan berdering, ia melihat telepon rumah Xiaomi di sana.

“Halo?”

“Yan Yan ah, aku Ibu Xiaomi. Xiaomi akan pulang ke rumah neneknya besok, tapi aku tidak percaya Xiaomi bisa pulang kembali. Jika tidak keberatan, mau kah kau menemani Xiaomi menemui neneknya di desa?”

Yan Yan bukan orang yang bodoh, yang dengan mudah membiarkan Xiaomi pergi: “tidak, bibi. Aku baik-baik saja”

“Baguslah, maaf merepotkan. Dan juga, jangan bersedih ya” sambungan pun terputus.
Yan Yan menyipitkan matanya heran, ‘jangan bersedih’?

Keesokan harinya, Yan Yan sudah tiba di depan pintu rumah Xiaomi. Xiaomi membuka pintu dan terkejut melihat Yan Yan hanya beberapa meter di depannya, ia pun melompat ke arah Yan Yan. “Yan~~~” ucapnya manja.

“Apa yang kau katakan pada orang tuamu?” Tanya Yan Yan bingung, jelas membuat Xiaomi kikuk dan mengganti topik pembicaraan: “ah, ha ha, kau tidak membawa barang-barang? Kita harus cepat pergi, mobilnya juga”

Xiaomi berlari ke kamar, tapi melihat Yan Yan tidak mengikutinya, Xiaomi berpikir bahwa Yan Yan pasti akan menghukumnya nanti. Tapi untungnya sebelum Yan Yan menanyainya lebih lanjut, Xiaomi pergi menuju ke arah pintu. Yan Yan menyimpulkan, dari barang yang dimasukkan Xiaomi ke dalam koper, ia sangat bersemangat sekali. “Yan~ ayo pergi.”

Duduk di kursi mobil, Xiaomi terus berandai-andai. Nenek adalah orang desa yang tidak seperti orang kebanyakan, Xiaomi dan Yan Yan bisa berjalan mengelilingi halaman sambil bergandengan tangan, memetik bunga dan Yan Yan membuatkan mahkota bunga untuknya. Ditambah dengan penglihatan kakek neneknya yang kurang baik, pendengarannya pun juga.  Jadi mereka tidak akan mudah menemukan Xiaomi dan Yan Yan saat berduaan. Xiaomi pun berpikir bahwa rumah nenek adalah tempat romantis yang paling indah.

Yan Yan terlihat sedang duduk di samping Xiaomi dengan kening yang berkerut. Gila pikirnya, Xiaomi berbicara dengan MP3 padahal terlihat sedang membaca buku.

Sepanjang perjalanan Xiaomi terlihat bersemangat sekali, ia bahkan melompat kegirangan seperti monyet. Yan yan kemudian duduk dan memakai seatbelt, mereka pun melanjutkan perjalanan. Akhirnya setelah satu jam duduk di mobil, Xiaomi keluar dan berteriak “Nenek, aku datang”

Melihat ada anjing yang terus menggonggong tepat dihadapan Yan Yan dan Xiaomi sambil menggerakkan ekor dan menjulurkan lidah, Xiaomi meneriaki anjing itu di depan Yan Yan. “kau tidak boleh menyentuh Yan Yan, pikirkan, eh, kau tidak bisa berpikir, kau si anjing pemakan kotoran masih hidup saja, bahkan sampai presiden berganti pun kau masih hidup.”

Kemudian Nenek Xiaomi datang. “Xiaomi, kau datang, ah.. inikah temanmu? Ibumu sudah bercerita padaku”

Yan Yan lalu mengubah posisinya menjadi di depan Xiaomi. “Jangan khawatir, Yan. Aku tak akan membiarkan kotoran anjing ini mengenai tubuhmu. Nek, kenapa si hitam masih hidup?”

“Si Hitam mati karena prematur, ini anaknya”

Xiaomi terlihat sangat lega, tapi masih waspada pada tatapan anjing hitam kecil ini, sama seperti induknya yang suka menjilat kotoran. Mungkin keturunan mereka ditakdirkan untuk menjilat kotoran. Yan Yan bersikap ramah pada nenek Xiaomi: “Nenek masih nampak sehat. Bagaimana dengan kakek?”

“Dia, ah, Kakek tadi pergi bersama temannya bermain kartu.”

“Ah, aku minta maaf jika mengganggu waktumu”

“Dengar nak, kau sangat perhatian daripada Xiaomi”

Halusinasi saja, halusinasi saja itu, berdiri di depan pria ini ah, orang-orang cuma melihat sedikit sisi baik Yan Yan, bahkan neneknya sendiri terus tersenyum pada Yan Yan, dunia sudah terlalu gila. Su Xiaomi lama berpikir, menatap curiga Yan Yan dari belakang sampai neneknya masuk ke dalam rumah. Rumah nenek Xiaomi punya halaman, semuanya ada empat bungalo, yang ditengah merupakan tempat pemujaan roh leluhur.  Kakek neneknya tinggal jauh dari ruangan itu, terdapat juga sebuah dapur di sana.

“Mendengar kau akan datang, nenek sudah menyiapkan dua kamar untuk kalian”
Ucapan neneknya membuat Xiaomi protes. “apa? Dua?”

“Xiaomi, kau tinggal di sini, Yan Yan di kamar sana.” Jari nenek Xiaomi menunjuk salah satu kamar. 
“Nenek antar untuk melihatnya”.

Bagaimana bisa? Dia dan Yan Yan tidak sekamar berdua, Nek.. kenapa jadi ada banyak kamar di sini? Salah perhitungan!

Nenek Xiaomi mengantar Yan Yan ke kamar, “Yan Yan, baguslah kau tinggal di sini”

“Ya” Yan Yan tersenyum ramah.

“Xiaomi, pergilah ke kamarmu dan kemasi barang. Nenek ambilkan air di baskom untuk mencuci” Sementara nenek pergi, Xiaomi mengangkat kopernya dan menyelinap ke kamarnya. Yan Yan melihat ada yang tidak beres, ternyata ia menemukan Xiaomi yang sedang mengambil palu dari dalam koper. ‘bahkan dia sudah membawa barang ini’ batin Yan Yan. Misinya adalah membuat kasur itu terlihat jelek dengan memukul-mukulkan palu ke kasur.

Yan Yan tidak menghentikan Xiaomi, tapi ia berdiri di depan pintu sambil menyalakan rokok dan nenek Xiaomi pun datang. Yan Yan dengan lembut memanggil Xiaomi. “Xiaomi, nenekmu datang”

Cepat-cepat Xiaomi memasukkan palu ke dalam kopernya, ia bergegas berdiri di samping neneknya. “Nek, kasurnya jelek, bagaimana nanti aku bisa tidur, aku bilang pakai kayu itu tidak bagus”

Nenek Xiaomi yang mendengarnya, masuk ke kamar sambil membawa baskom air dan melihat kasurnya menjadi berantakan. Ia berkata dengan heran “aku tidak bisa menunggu hingga besok pagi”

“Nek, kau ingin aku tidur di mana..ah?”

“pinjam saja kasur yang lain”

Su Xiaomi menjadi panik. “jangan ah, akan bermasalah nanti. Tetapi kalau pindah, aku bisa bersama dengan Yan Yan”

“Aku jadi tidak takut akan meremasmu”

“Tidak masalah, apa yang perlu ditakutkan dari dua pria dewasa yang terlihat normal ini. Yan Yan tidak keberatan, kan?” Xiaomi mengedipkan mata ambigu ke arah Yan Yan.

Xiaomi pun mengemasi barang-barangnya dan membawanya ke kamar, tapi Yan Yan segera menarik tangan Xiaomi dan berbisik padanya “Su Xiaomi, nampaknya kau sudah begitu lapar”.

***



notes: duibuqi~~ maaf kalau kalimatnya agak beda dikit sama versi asli. Saya sudah usahakan yg terbaik dan masih butuh dukungan untuk melanjutkan translate ini asap. xie xie :)