Sunday, May 13, 2012

Fanfic Nakigahara Kingdom chapter 3


Title : Nakigahara Kingdom
Author : Hikari Ogata a.k.a Eri Tonooka
Pair : ReitaXRuki, ToraXRuki, ToraXSaga.
Chapter : 3/5
Genre : Fantasy, little biiiiitttt Comedy
Contact Person : Eri Matsumoto Gazerock (fb), @eriq_ogata (twitter)
A/N : Fanfic pertama gw yang bergenrekan fantasy. Yah,lagi-lagi  fanfic yang idenya muncul tiba-tiba. Dan err,, judulnya asal kasih aja itu. Jadi rada kagak nyambung. Enjoy...^^

Nakigahara Kingdom

Ruki beserta dayang kerajaan sudah berada di dapur. Atribut khas dapur pun sudah mereka pakai. Jangan tanya bagaimana model celemek kerajaan. Mewah dan terbuat dari 100% sutra. Walau Ruki hanya menonton para dayang membuat cake untuk pangeran, tapi ia sering disuruh sang kepala dapur untuk turun tangan langsung membuatnya. Ruki benar-benar ingin pulang saat itu juga.
“tuan Ruki, anda harus mengaduknya seperti ini. Bukan seperti itu!” suruh sang kepala dapur sambil mencontohkannya di depan Ruki
“ii..iya..”

Ruki baru tau kalau bekerja di dapur itu melelahkan. Apalagi di suruh-suruh seperti itu.

“tuan Ruki, cakenya sudah selesai. Sebagai perkenalan, sebaiknya anda saja yang memberikan ini pada pangeran di kamarnya”

“KUSO!! Kenapa harus aku?!! Tidak mau!!” Ruki menolak keras

“ayolah, tuan. Ini untuk calon suami anda juga”
“HAAAA?!!!”
Ruki makin tak habis pikir. Seenaknya saja mencap orang sebagai calon istrinya. ‘Memang siapa yang mau, orang bodoh seperti dia tak cocok jadi pangeran’ pikir Ruki

“yasudahlah. Kalian memaksaku terus! Huh! Sini, berikan cakenya!” dengan berat hati Ruki mengambil dengan kasar cake yang ada di meja dan pergi meninggalkan dapur.

“tuan Ruki galak juga ya”
“hihi,, iya”
Para dayang berbisik-bisik setelah Ruki pergi
“hei!!” seru Ruki yang tiba-tiba muncul kembali
“aa..ada apa tuan?” semua dayang yang di situ jadi gelagapan. Mereka takuta kalau pembicaraan barusan terdengar Ruki

“err,, kamarnya di mana ya? Hehe..”
GABRUKK
“sebelah kiri, lurus kamar ketiga dari ujung” ucap seorang dayang yang masih terlihat muda
“arigatou”
...
-Tokyo-
“RUKIIIII,,,, KAU DI MANA??!!!” Reita berteriak teriak sendiri di taman, yang pada sore itu hanya ada anak-anak kecil yang masih bermain.
Di antara anak-anak itu mereka berbisik
Anak 1: “hei, kakak itu kenapa?”
Anak 2 : “gag tau. Lagi stres kali”
Anak 3 : “stres ditinggali pacar keknya”
Anak 1 : “wah, mungkin juga. Makanya dia kaya’ orang gila gitu”
Anak 2&3 : “ya. Betul betul”
Dari kejauhan, Reita mendengar semua pembicaraan ketiga anak itu. Dan....
DUAGH DUAGH DUAGH
Reita melempari ketiga anak itu dengan kaleng soda bekas yang ada di tong sampah
“WOIII!! GAK TAU ORANG LAGI SEDIH, YA!!!” Reita misuh misuh sendiri, dan sang anak kabur tanpa jejak

“hiks..hikss.hiks.. Ruki-chan~~ kau di mana? Sms enggak, telpon apalagi... hueee”
Dari tadi Reita sudah cari-cari Ruki, mulai dari temen deketnya, keluarga terdekat, sampe tukang jajan langganannya. Mereka semua mengatakan kata yang sama. Tidak.
Reita sudah frustasi. Dia berniat untuk menghubungi polisi dan segera ke kantor polisi sekarang.
Tapi ia tak tau kalau usahanya hanya sia-sia. Yang bisa membuat Ruki pulang adalah Ruki sendiri. Ruki harus mencari tombol itu agar ia bisa pulang ke Tokyo dengan selamat.
...
Menyebalkan sekali. Kenapa harus aku yang memberikannya. Mereka kan punya tangan?!!
Kucari kamar yang dimaksud dayang tadi. Kamar ketiga dari ujung.
hmm,, satu, dua, tiga. Yak, pasti ini kamarnya.
Pintunya tertutup, dan kucoba memutar anak pintunya.

eitt,, tunggu dulu. Suara siapa itu?

Bukan bermaksud menguping pembicaraan orang lain, tapi ada keinginanku untuk mendengarnya. Langsung kutempelkan kupingku di daun pintu. Mendengarnya secara detil. Dan astaga! Suara laki-laki lain? Seperti mendesah.. oh Tuhan, jangan biarkan aku berprasangka jelek.
Aku ingin memastikannya, dan kubuka pintu itu perlahan.

prasangka jelekku yang tadi benar terjadi. Ada orang lain lagi di kamarnya. Tapi,, kenapa harus berciuman seperti itu?!! Menjijikkan!

BRUKK
Cake yang tadi kupegang karena tanganku gemetar. Mereka yang sedang ‘bermain’ itu langsung menoleh ke arahku.
Sekilas kulihat wajah pangeran bodoh itu memelas melihatku. Cih! Dasar hina!!!

Aku ingin pulang sekarang. Reita, seandainya kau di sini....
...
Tak sadar aku pergi dari situ, dengan kecepatan tinggi kuusahakan untuk menerobos kawalan di depan istana. Sialan, gara-gara baju bodoh ini, aku tak bisa berlari kencang. Dan sepatu heels ini,, akkh!!
Aku tersungkur ke tanah. Kakiku juga terkilir. Ya Tuhan, sakit sekali...

Sebisa mungkin aku harus pergi dari situ. Apapun kondisinya, walau kakiku patah sekalipun.
Hingga aku sudah berada di hutan. Hutan tempat di mana aku bisa sampai di dunia aneh ini.
“tombol!! Tombolnya di mana?! Aku mau pulang!!” dihadapanku hanya semak belukar. Kutebas semak yang menghalangiku, berharap tombol ajaib itu kutemukan. Dan tak peduli kedua tanganku sudah berdarah karena semak yang berduri itu.

“Reita,, maafkan aku.. aku ingin bertemu kau lagi. Hikss..hikss.hiks..”
Akhirnya air mataku tumpah juga. Entah aku menangisi hal apa. Tapi sepertinya kejadian tadi membuat perasaanku sakit. Tora, apa aku sudah mulai mencintaimu?

“Ruki”

“Reita...”
Ternyata bukan. Dia bukan Reita. Tapi untuk apa dia ke sini?

“Ruki, gomennasai”

To Be Continue

Fanfic Nakigahara Kingdom chapter 2


Title : Nakigahara Kingdom
Author : Hikari Ogata a.k.a Eri Tonooka
Pair : ReitaXRuki, ToraXRuki, ToraXSaga. (special guests 4 this chapter: Uruha, Wataru)
Chapter : 2/5
Genre : Fantasy, little Comedy
Contact Person : Eri Matsumoto Gazerock (fb), @eriq_ogata (twitter)
A/N : Fanfic pertama gw yang bergenrekan fantasy. Yah,lagi-lagi  fanfic yang idenya muncul tiba-tiba. Dan err,, judulnya asal kasih aja itu. Jadi rada kagak nyambung. Enjoy...^^

Nakigahara Kingdom

-Tokyo-
 “huh, sepertinya Ruki tak main-main dengan ucapannya tadi. Aku jadi merasa bersalah juga”
Reita tengah berbaring di sofa ruang tamu rumahnya sambil terus memikirkan kejadian pulang sekolah tadi. Sebenarnya kejadian yang diributkan mereka tadi hanyalah kesalahpahaman. Reita yang saat itu break olahraga, di sampingnya ada Uruha yang dengan telatennya mengelap keringat di wajah Reita. Di saat yang sama, Ruki juga ingin melakukan apa yang Uruha lakukan pada Reita, tapi ia keburu didahului. Melihat itu, Ruki jadi marah dan langsung diam seribu bahasa ketika Reita menghampiriya.
Dan kejadian itulah yang menyebabkan Ruki ingin meyelesaikan hubungannya dengan Reita.
“ke rumahnya sajalah. Dan belikan coklat sebagai permintaan maaf”
Ia keluar rumah dan berniat ke rumah Ruki. Tapi sebelum itu, ia mampir ke toko coklat langganan Ruki dan membelikan makhluk kawaii itu coklat yang berbentuk hati.

“Sumimasen..”
Tak lama seseorang muncul dari dalam rumah Ruki. Ternyata sang kakak.
“oh Reita, ada apa?” ucap kakak Ruki, Wataru.
“Rukinya ada?” ucap Reita sopan
“dia belum pulang tuh dari tadi. Aku kira dia bersamamu. Tapi kalau ia pulang telat, pasti memberitahu orang rumah” jelas Wataru

Reita bingung, dalam pikirannya sudah terlintas bermacam-macam hal yang aneh-aneh tentang Ruki. Ia takut terjadi apa-apa padanya.
“terimakasih, kak. Saya pulang dulu”
“iya, hati-hati”
...
“tuan putri, apa kau suka yang ini?”tawar seorang dayang cantik berrambut coklat padaku, menawarkan sebuah kostum putri kerajaan dengan renda di mana-mana. Oh my God, mereka ini ternyata serius.
“atau yang ini?” dan seorang lagi menawariku baju serupa dengan warna dan model yang terlihat,, errr.. kawaii.
“anou,, aku pilih sendiri saja. Terimakasih” ucapku seramah mungkin
“tuan putri sopan sekali.. beruntung pangeran Tora memilihnya sebagai istri” ucap dayang setengah baya yang sedang menyusun alat rias di ujung sana

“ano, gomen.. kami tak jadi menikah besok”
Langsung suasana menjadi hening. Mereka semua melihatku seperti apa ya, sedikit heran dan kecewa.
“kenapa tuan putri? Apa ada masalah?”
“bb..bukan begitu.. mm,, hanya saja, aku belum siap. Hehe, iya” semoga saja ucapanku tak membuat mereka curiga

“oh, begitu.. tapi ada bagusnya juga. Dengan begitu, persiapannya akan lebih matang”
“mou ichido gomennasai.. bisa tidak, kalian memanggilku cukup Ruki saja? Aku agak keberatan dengan sebutan tuan putri”

“nee? Nama anda kawaii sekali, seperti orangnya..”
“aduh, kalian berlebihan” tak sadar pipiku sudah memerah. Apa-apaan ini?!

“jadi, anda pilih yang mana?” dayang berrambut oklat itu menanyaiku lagi
“umm,, yang ini saja” tunjukku pada sebuah dress tak terlalu berlebihan dengan warna coklat soft. Kurasa lebih baik memilih yang ini daripada aku harus memakai kostum cosplay yang meriah seperti tadi
“ternyata pilihan anda bagus sekali. Wah,, aku iri...”
Mereka benar-benar berlebihan
“sekarang anda bisa memakainya di ruang ganti ini. Silakan..” kali ini dayang berbaju merah mempersilakanku dengan ramah.
“hai’. Arigatou”

Sebenarnya aku sendiri tak yakin untuk memakai kostum ini. Yah, daripada gak bisa pulang. Cobain aja dulu, siapa tau cocok. Hahaha..

“bagaimana?” ucapku agak canggung dan risih juga memakai gaun seperti ini.
Mereka diam saja dengan mulut menganga. Oh tidak, jangan jangan kostum ini sama sekali gak cocok. Aduh!!
“kenapa diam saja? Jelek, ya?”

“iiee.. anda sangat cocok memakainya. Anda terlihat sangat cantik, dan kawaii” ujar seorang dayang
“hontou?” aku sama sekali gak menyangka, baru pertama kali pakai kostum cosplay beginian udah dibilang cantik. Gimana kalo yang lain.
“iya, anda benar-benar cocok. Dan sekarang waktunya untuk dirias. Sini, biar saya yang mendandani anda”

“nee? Tidak perlu!”
“anda harus mematuhi peraturan kerajaan. Dan anda adalah calon istri pengeran, jadi harus diperlakukan seperti ini”

“ta..tapi..”
“nanti pangeran bisa marah, lho”
“huft.. iya deh. Terserah kalian mau ngapa-ngapain aku” aku hanya bisa mendengus sebal. Pasrah sajalah.

hampir setengah jam kemudian, mereka sudah selesai memakeup wajah dan menghiasi rambutku. Saking nyamannya perlakuan mereka, aku jadi tertidur dan gak tau apa yang mereka lakukan padaku sedari tadi
“sudah selesai, tuan Ruki..”
“hoahmm.. apa? Sudah selesai, ya?”
Mataku kubuka perlahan, masih susah untuk menerima rangsangan cahaya dari luar. Kulihat di depanku sudah ada cemin dan pantulan seorang perempuan cantik. Oh, siapa itu? Sepertinya kenal.
“bagaimana pendapat anda?”
“apanya? Mmm, dia siapa? Cantik sekali” tunjukku ke arah cermin dengan innosennya
“siapa? Oh, itu anda sendiri, tuan Ruki..”

“oh, aku sendiri..”
JDERRRR
“APPPPA???!! Itu aku!! Yang benar saja?!! Cantik sekali...”
Aku terpesona melihat pantulan diriku sendiri di cermin. Benar-benar seperrti perempuan errr atau lebih mirip seperti putri-putri di buku dongeng anak kecil.
Di situ aku terlihat anggun dengan riasan tak terlalu tebal. Pengilap bibir yang rasanya agak lengket. Dan coba lihat diriku, rambutku jadi memanjang dan menjadi bergelombang. Hmm..

“apa anda suka?”
Seorang dayang membangunkanku dari alam fantasi berlebihan ini.
“oh, ya. Aku,, suka sekali.. arigatou”

“apa anda mau mencoba membuat cake untuk  pangeran?”
“Heee??!! Tt..tidak terimakasih” tolak Ruki cepat

“yah~~~”
Raut muka mereka terlihat kecewa sekali. Melihat mereka kenapa aku jadi merasa bersalah? Ini kan bukan salahku?! Tapi...

“iya baikah, tapi kalian yang buat. Aku hanya menonton saja”
“arigatou gozaimasu, tuan~~”

Mereka langsung menarik tanganku dan menuju dapur kerajaan

To Be Continue

Author said : waa,, chapie duanya kependekan.. 

Fanfic Nakigahara Kingdom chapter 1


Title : Nakigahara Kingdom
Author : Hikari Ogata a.k.a Eri Tonooka
Pair : ReitaXRuki, ToraXRuki, ToraXSaga
Chapter : 1/5
Genre : Fantasy, little Comedy
Contact Person : Eri Matsumoto Gazerock (fb), @eriq_ogata (twitter)
A/N : Fanfic pertama gw yang bergenrekan fantasy. Yah,lagi-lagi  fanfic yang idenya muncul tiba-tiba. Dan err,, judulnya asal kasih aja itu. Jadi rada kagak nyambung. Enjoy...^^

Nakigahara Kingdom

Di suatu sekolah yang pada saat itu waktu pulang sekolah, terdapat dua makhluk kawaii dan kakkoi yang sedang terlibat cekcok. Mereka meributkan hal yang hanya mereka berdua saja yang tau. Dan setelah diteliti secara seksama, ternyata mereka meributkan masalah percintaan mereka yang konon katanya sudah berada di ujung tanduk.
“kalau kamu gak mau ngaku ya sudah! Kita selesai di sini!” seru laki-laki berwajah kawaii yang terus menunjuk-nunjuk di depan muka lawan bicaranya
“ya terserah kamu, lagipula aku gak pernah ada hubungan sama dia! Tolong ya Ruki, kamu itu sudah salah paham” ucap orang berwajah kakkoi yang akhir ucapannya terdengar menenangkan
“pokoknya aku tetep gak percaya! Kamu pembohong Reita!!” laki-laki kawaii bernama Ruki itu sudah marah besar dan dia pergi begitu saja meninggalkan pacarnya, Reita.

“akh, sial! Kenapa jadi begini!”
...
Dalam perjalanan pulang sendiri, Ruki terus-terusan mengumpat. Sesekali merutuki dirinya kenapa bisa dulu dia mau jadi pacar Reita. Saking sebal dan marah, sampai-sampai ia tak melihat jalan yang ada di depannya. Dalam kecepatan normal, ia terus saja melangkah dan akhirnya.....
BRUAK KLONTANG KLONTANG *sfx lebai*
Ia tersungkur ke tanah dan seluruh badannya pasti sudah kotor terkena kotoran tanah. Ternyata kakinya tersandung sesuatu yang cukup keras dan solid.
“kurang ajar! Siapa sih yang naruh kayu di sini!! Kampret!” lagi-lagi Ruki misuh-misuh sendiri. Dengan kekuatan yang masih tersisa, dia mencoba berdiri dan segera mengambil kayu itu dan melemparnya jauh-jauh
“dasar kayu sial... eh? Bukan kayu? Apaan nih?” Ruki bingung melihat apa yang ia temukan. Sebuah benda seukuran kotak bento dengan satu sisi permukaanya terdapat bulatan yang menyerupai tombol.
“apaan nih? Remote control? Tapi kok Cuma satu tombol doang?”
Ruki melihat dengan seksama setiap sudut benda aneh itu. Niatnya untuk mengelap permukaan tombol itu, yang terjadi justru ia malah menekannya. Tak ada angin tak ada hujan, Ruki tiba-tiba lenyap dan meninggalkan hembusan angin di sana.

Ruki telah pindah ke dimensi lain

...
BRUAK
Ruki tiba di sebuah hutan yang masih cukup gelap dan lembab. Ia dapat merasakan tubuhnya seperti remuk dan tulang kakinya seperti patah. Jelas saja, dia bisa sampai di tempat ini karena jatuh dari langit dan langsung mendarat dengan cepat.
“ittai!!! Sakit semua badanku ini. Aduh,, eh? Di mana nih? Kok aku bisa sampai sini?”
“apa jangan-jangan karena tombol ini....” ia melihat tangannya yang tadi menggenggam tombol itu dan ia tak menemukan apapun di situ.
“heh???!!! Ke mana tombolnya... aduh, gak bisa pulang!!! TOLONGGG!!!”

GASRUK GASRUK

“siapa itu?”
Ruki tambah panik saja mendengar suara gaduh dari kejauhan yang makin lama makin dekat. Keringat dingin mulai mengucur dari keningnya, dan bibirnya sudah terihat memucat. Apakah ini akhir dari seorang Ruki? Tentu saja tidak.
“hei... terimakasih Dewa. Ternyata ramalan itu benar adanya. Akhirnya kutemukan juga kau, bidadariku...”

“@0@” Ruki  tambah dibuat bingung, pasalnya, orang yang berada di depannya ini berbicara tak jelas dan menunggangi kuda putih serta berpakaian ala kerajaan.
“kk..kkau siapa? Dan ngapain cosplay ala pangeran seperti itu!” tanya Ruki

“aku? Hmm,, aku memang pangeran. Tadi kau bilang cosplay, cosplay itu apa? Oh, ya, kau pasti bidadari yang diramalkan itu kan?” ucap orang itu sekenanya.

“aku bukan bidadari! Aku ini masih pelajar SMU!”
“benar! katanya juga, bidadari yang kutemui itu tak mengakui kalau dirinya bidadari. Wah,, kau memang jodohku”

“APPAAA?!!!!”

“sekarang ikut aku ke istana. Dan kita persiapakan buat pernikahan kita besok”

“APPPAAAAA??!!!”
Seketika itu juga Ruki ambruk di situ
...
Wangi aroma bunga mawar dan hawa tubuhku yang mulai mendingin, dapat kurasakan. Ah, apakah aku sudah di surga?
Aku terbangun mencium aroma menyengat bunga mawar itu, dan mencoba duduk. Kulihat sekelilingku dan aku seperti berada di sebuah ruangan mewah mirip istana. Andai aku punya rumah seperti ini, dan oh ya, sepertinya aku benar-benar bermimpi berada di surga. Ya, pasti begitu.
“lagi lagi mimpi..”

“anda tidak sedang bermimpi, tuan putri”
“HEEHHH?? Ada orangnya?!! Kkalian ss siapa?” seruku kaget. Ternyata sekarang aku tak sedang bermimpi. Ini nyata.

“kami para dayang kerajaan yang akan menemani tuan putri mempersiapkan pernikahan anda besok dengan pangeran Tora”

JDERRR
“jj...jangan bercanda! Aku tidak akan menikah dengan siapapun!”
“tapi, tuan pu..”
“jangan panggil aku tuan putri! Aku ini laki-laki! Aku mau pulang!!” mimpi apa aku semalam, sudah bertengkar dengan Reita, lalu tiba di kerajaan aneh dengan orang-orang yang aneh pula. Oh Tuhan, apa dosaku sehingga Kau memberiku cobaan seperti ini?!!

Tak kupedulikan orang-orang yang ada di sana, aku hanya ingin pulang sekarang dan segera pergi dari tempat aneh itu.

“bidadariku, kau mau ke mana?”
Suara orang aneh itu lagi. Aduh,, harus cepat-cepat pergi nih!
Tapi belum sempat mengambil langkah panjang, ia sudah berdiri di depanku. Cepat sekali orang ini. Ah tidak! Pokoknya aku harus segera pergi.

“hei, kau tak menjawabku. Kau mau ke mana?” tanyanya lagi dengan raut muka memelas
“aku mau pulang, bodoh!”

“tinggalllah di sini. Lagipula kau mau pulang ke mana? Kau kan bukan asli sini?”
DEGG
Seketika itu juga aku terdiam. Benar juga apa katanya. Saat ini aku terteleportasi dari Tokyo, dan pastinya juga aku tak bisa pulang karena kehilangan tombol aneh itu. Huh, mau bagaimana lagi.

“baiklah. Tapi aku belum setuju kalau besok kita menikah!” ucapku tegas
“sou ka? Jadi, kapan?”
“terserah aku dong! Kau mau tidak?”

“mmm,, yasudahlah. Terserah bidadariku ini saja. ^^”
“hei! Jangan panggil aku bidadari! Namaku RUKI!!!” teriakku tepat di telinganya. Biar saja kalau dia tuli, aku gak peduli
“Suteki~~~ namanya kawaii sekali”
‘Astaga, kenapa dia malah jadi kegirangan begitu?’

“nah, Ruki-chan, sekarang kau harus memakai baju kerajaan. Dan baju apa ini yang kau pakai? Aneh sekali. Coba lihat, kau memakai ikatan kain bersimpul di lehermu”
Dasar orang kolot, wajar saja kau tak mengerti seragam sekolah. Apa-apaan dia ini, masa dasi saja dibilang aneh. Aku baru tau kalau orang kerqjaan tak selamanya pintar.
“ini namanya dasi. Dan baju yang kukenakan ini namanya seragam sekolah” ujarku menunjukkan apa yang dimaksud
“oh,, hmm.. tapi kau harus mengganti pakaian itu dengan baju yang sudah ada. Karena mulai sekarang, kau resmi jadi anggota keluarga Kamijou”

“Heeeee???!!”

To Be Continue

Sunday, May 6, 2012

vistlip - RECIPE Lyric


Imma make you a dreamer.
Ayo utai na DIIBAA
Kakete mimashou ka? sono shourai
It’s show time
Warawaserya shousha
Saisho no MISSHON da
“Ohashi wo motsukata de ote… orikou ne.”
Yaku 3000 GURAMU
Chiisai inochi ga dareka no okage de ookiku natta
“Daite kure.” yonaki “amaesasete kure.” yonaki
Gokurousama
Suteneko mitai na danbooru no sekai de “take free” wo kagete imashita
Kainushi wa doko?
Haru wa deai no kisetsu

one day. “shinu.” to iu nara ichido gurai koi wo shiyou ja nai ka
two day. kyoumi ga waitara ashita chotto oshare shiyou ja nai ka
three day. kirei ni natta nara jishin motte aruite ikou ja nai ka
four day. KURIA dekitara ashita chotto ikite miyou ja nai ka
Imma make you a dreamer.
Iwaba ore wa BURIIDAA
Katate ni motsu ZIMA and Beamer
drink it down.
Koudou wo okosou ka
Tsugi no MISSHON da
“Ohashi wo motsukata de ote… orikou ne.”
Hankei 3 MEETORU inai ni chikayoranai de yo
Kubiwa ni tsuketa suzu no oto chirin
“Kako wo kure.” to naki “watashi datte hoshii.” to naki
Oshuushousama
Noraneko mitai na tsumetai hitomi wo shite ‘take free’ wo kakagete mimashita
Shinigiwa ni saru
Haru wa wakare no kisetsu
five day. ikite iretara DEETO gurai shite miyou ja nai ka
six day. yokouenshu nara ashita chotto hikiukeyou ja nai ka
seven day. yuuki ga nai nara tegami nante kaite miyou ja nai ka
eight day. umaku itta nara ashita chotto tabesaseyou ja nai ka
“Oyomesan ni naritai desu.”
Ureshisou na youshouki wo sei ni hakidashita no wa kedama to 115jou
Heikin 3okunin
Koredake no kazu wo korome umareta kettousho to shougo
Atsui KISU choudai
Nekojita wa uso da mono
nine day. saishuudankai no kokuhaku wo shite miyou ja nai ka
ten day. tatoe makkuro ni kogashitatte tsugi ga aru ja nai ka
eleven day. kimi wa ai wo shiri “egao” to iu REPAATORII ga fueta
every day. wasurechattara mata oshiete ageru kara
Source: jpopasia.com

My Feel for this week

Hanya ingin mengutarakan isi hati lewat ini. Semoga perasaanku lega kembali. (∏ ω ∏)

 (́_̀) (́_̀) (́_̀)

Saturday, May 5, 2012

7 Jrocker Berbadan Kecil en Bertampang imut-imut versi On The S(e)wot


1.      Ruki (the GazettE)
Vokalis berbadan imut-imut ini sering banget dijadiin anak kecil di setiap penpic. Jelas aja, wong badannya, tampangnya, en tingkah lakunya kek anak kecil. Suami kedua eke ini doyan banget shopping en narsis jugag kalo foto-foto. En para Sixth Guns+Heresy di seluruh dunia ini suka Ruki karena tampangnya yang imut-imut itu... uhh, Unyuu~~
2.      Hiroto (Alice Nine)
Little Pon Pon kebanggaan Arisu ini juga paling sering dijadiin anak kecil ato uke yang lemah di kebanyakan penpic. Yah, itulah Hiroto Ogata, padahal sekarang dia udah berpenampilan cool and gentle man, tapi teteuup aja dijadiin gitu di penpic. Yah, emang dasarnya imut-imut mo diapain lagi.
3.      Keiyuu (Kra)
Tampang ni orang bener-bener baby face. Udah badannya cebol, betingkah kek anak kecll pula. Klop dah, mukanya daari dulu ampe sekarang kagak pernah berubah.. tu kan, pikunya imut sekalee.
4.      IV (ViViD)
Basssit en orang pertama yang eke suka dari ViViD ini cute sangat waktu di PV Dear. Tampang childishnya masih keliatan. Tapi waktu di PV message yang terbaru noh, new looknya dia jadi kek babeh-babeh.. gag cucok sama IV... L
5.      Ko-ki (ViViD)
Lucu deh waktu nonton Pvnya yang -69-, di situ Ko-ki melet-melet gag jelas (apa coba maksudnya?!) yang jelas Ko-ki imut banget di setiap pvnya.
6.      Hyde (L’Arc~en~Ciel)
Pasangan Gackt di setiap penpic ini juga cebol badannya. Pappah eke ini jugag paling cantik di Laruku (yaeyalah!!). en ini yang bikin eke menjadikan Hyde sebagai Pappah eke satu-satunya di dunia pervisualkeian *gag nanya*.
7.       Kiryuuin Shou (Golden Bomber)
Biar ni orang gag jelas, gila, gag waras en sebagainya, tapi menurut eke dia ini udah badannya kecil, imut-imut lagi.. yah, walopun giginya yang aduhai itu mengurangi nilai keindahannya =,=”
Wokeh,, segitu saja info manusia terimut en terpendek di dunia pervisualkeian. Jyaa nee~~`