Wednesday, November 25, 2015

[BL NOVEL] I want to be your man (Indo trans.) chapter 56


Title: I want to be your man
Author: Angelina
Chapter: 56/121
Genre: Boys Love, SMUT (for this chap)
Original Novel:
http://www.blnovel.com/10/10587/
Language: Bahasa Indonesia
N.B: Hanya menerjemahkan novel karangan Angelina dari Mandarin ke Indonesia dengan beberapa improvisasi. Penerjemah tidak mengambil keuntungan apapun atas terjemahan ini. Kesalahan kata dalam penerjemahan mohon dimaklumi, karena masih belajar. Update akan ASAP.. Terima kasih ^^.
Didedikasikan kepada seluruh fans Yan Yan x Su Xiaomi (Dong Yufeng x Ma Yao) Indonesia.


Chapter 56: Sedikit Sulit


Malam harinya saat kakek Xiaomi masih bermain kartu, ia tersenyum: “Xiaomi, padahal baru beberapa hari yang lalu kau pergi, kau sudah tumbuh setinggi ini” ucapnya sambil menepuk-nepuk bahu Yan Yan.

Mau tak mau Nenek pun bicara: “ini teman Xiaomi. Lihatlah, Xiaomi ada di belakangnya”

Kakek tidak begitu melihat ada Xiaomi di situ, “ah maaf, kakek tidak melihatmu”

Xiaomi mengomel dalam hati, ‘ini diskriminasi, diskriminasi yang serius!’

“Kakek, halo, nama saya Yan Yan. Kelihatannya Kakek sangat senang memenangkan uang ini”

“banyak yang tidak menang juga, kok. Hanya 20 kali”. Kakek tersenyum lebih lebar

“Hanya 20 kali Kakek sudah merasa senang”, Su Xiaomi terkejut pada kakeknya yang terdengar sombong. Yan Yan kemudian mengeluarkan setumpuk uang dari dompetnya, “Saya tidak membawa hadiah untuk kakek dan nenek. Saya harap kakek dan nenek mau menerimanya”

“uangnya banyak sekali, kami tidak bisa..”

“tidak banyak kok. Maksud saya, jika anda tidak menerimanya, saya akan sungkan tinggal di sini”

Yan Yan mengucapkannya dengan ramah. Kedua orang tua itu pun menerima uang pemberian Yan Yan. Yan Yan yang baik benar-benar membuat Su Xiaomi yang ada di sampingnya menjerit dalam hati, ‘apa-apaan itu? Terlihat seperti uang suap! Ini bukan pernyataan serius, itu hanya sanjungan dari iblis’

Setelah makan malam, Xiaomi pergi merebus air untuk dipakai ia mandi bersama Yan Yan. Xiaomi melihat kabut asap dari air panas yang menguap di jendela, Xiaomi berkata pada Yan Yan: “malam ini begitu dingin, tak ada makanan enak, biarkan aku mandi dulu. Aku tak bisa memikirkannya, ah..aku terkejut ada tempat kecil yang begitu jauh dan terbelakang di dunia ini..pedesaan ah pedesaan..”

“Bukankah kau juga dari desa ini?”

“Jangan menyela pembicaraan orang” ucap Xiaomi kesal. Ia memecah suasana dengan mendesah dan mengibaskan rambutnya. Saat nenek Xiaomi memanggilnya untuk mandi, Xiaomi justru menyuruh Yan Yan untuk segera mandi: “kau pergilah mandi. Cepat kembali dan lanjutkan pembicaraan kita jika aku nanti tidak jadi mandi”

Yan Yan tidak begitu peduli dengan perkataan Xiaomi. Xiaomi yang membawakan pakaiannya telah menggiringnya ke dalam kamar mandi. Setelah setengah jam, Yan Yan kembali. Ia terlihat tenang sambil menyeka tetesan air yang membasahi rambutnya. Su Xiaomi pun bertanya, “apa kau tidak kedinginan?”

“tidak, tapi akan dingin saat kau tak pakai baju. Maka mandilah saat tubuhmu panas.” ucap Yan Yan acuh tak acuh.

Xiaomi hanya menatapYan Yan dengan wajah datar, ia tidak melihat ada yang aneh pada Yan Yan. Akhirnya setelah mengenakan pakaian dan pergi ke kamar meninggalkan Xiaomi, Yan Yan mengomel: “sial, dingin sekali!”. Setelah selesai ia pun segera pergi tidur.

Sementara itu, Xiaomi sedang mencampurkan air panas dan air dingin. Ia mulai dengan memakai sampo, dan mensugesti diri sendiri untuk membuat pikirannya nyaman: “Yan Yan bilang tidak dingin, Yan Yan bilang tidak dingin, Yan Yan bilang tidak dingin”

Sambil menunggu air mandinya siap, Xiaomi mulai menanggalkan pakaiannya. Ia menggigil kedinginan dan terus berbicara sendiri. Saat ia menyiramkan sedikit air ke tubuhnya, seketika juga ada angin yang berhembus mengenainya. Xiaomi pun berteriak kencang kedinginan: “sialan, ini dingin sekali! Kenapa Yan Yan bilang tidak merasa dingin?!” tapi tubuh Xiaomi sudah terlanjur basah, ia harus menelan pil pahit. Bibirnya membiru karena terlalu dingin, ia pun cepat-cepat menyelesaikan mandinya dan bergegas menuju kamar mengambil selimut. Tubuh Yan Yan yang tadi sedingin balok es kini mulai menghangat, namun ia tersentak karena tubuhnya seperti terkena AC. Ia kemudian membuka selimutnya dan menemukan Xiaomi di sana sedang memeluknya: “pergilah, tubuh dinginmu membuatku mati”

“tidak masalah, Yan. Biarkan orang ini berpelukan” Xiaomi makin mengeratkan pelukannya seperti gurita, Yan Yan hampir mati kehabisan napas karenanya. Bahkan Yan Yan ingin pindah pun tak bisa bergerak.

“Yan, lain kali aku lebih dulu yang mandi, saat kau mandi kau tidak merasa dingin. Kau tahu tidak aku sangat kedinginan waktu mandi tadi. Kau selalu saja beruntung.” Xiaomi berkata dengan marah sambil menarik pakaian Yan Yan.

Yan Yan tidak berbicara.

Sekarang yang menjadi masalah adalah tempat tidur mereka, asalkan mereka bergerak dengan wajar dan tidak menimbulkan decitan maka akan baik-baik saja. Tempat tidur ini sangat kuno, hanya beberapa potong kayu yang disambung bersama dan agak keras. Ini pertama kalinya Yan Yan tidur di tempat tidur seperti itu, dan ia sangat tidak nyaman. Ia pun menyalakan rokoknya: “kulihat tempat tidur ini, tubuhku hampir jadi satu”

Su Xiaomi makin menempel erat pada Yan Yan, ia mengiyakan perkataan Yan Yan: “memang begini, tidak ada cara lain, dan kita akan di sini untuk beberapa waktu”

Yan Yan kemudian mematikan rokoknya dan kembali pada Xiaomi: “jadi kau bisa mengurus titik tuan kecil ini?”

Su Xiaomi sangat sensitif dengan kalimat seperti itu. Ia tahu maksud Yan Yan, wajahnya pun jadi merona. Yan Yan menciumi leher Xiaomi, semakin naik dan melumat bibir Xiaomi. Ciuman Yan Yan yang penuh gairah membuat bibir Xiaomi berdarah. Mereka kembali berciuman kali ini saling memainkan lidah. Yan Yan membantu Xiaomi menanggalkan pakaian dan menciuminya lagi. Saat Xiaomi duduk di tubuh Yan Yan, tiba-tiba tempat tidurnya berdecit lagi, Yan Yan cemberut: “kakek nenekmu tidak akan mendengar, kan?”

Xiaomi melanjutkan membuka pakaian Yan Yan: “tidak, pendengaran mereka begitu buruk, mereka tidak akan mendengar sampai sejauh ini”. Setelah melepas pakaian Yan Yan, Xiaomi mulai mencium mata, bibir, dan tubuh Yan Yan yang hangat, lalu perlahan bergerak ke arah bagian bawah tubuh dan menghisap milik Yan Yan. Dengan samar, Xiaomi melihat wajah Yan Yan yang menyeringai sambil menyentuh Xiaomi.

Dengan ukuran milik Yan Yan yang makin membesar di dalam mulut Xiaomi, bahkan Xiaomi sendiri sudah tidak sanggup menahannya. Yan Yan kemudian menarik Xiaomi dan menekan tubuhnya. Yan Yan juga membalikkan tubuh Xiaomi dan memberikan minyak pelumas di bagian belakang tubuh Xiaomi hingga ke bagian dadanya. Su Xiaomi merasa apa yang ia lakukan sudah cukup lama mengikuti Yan Yan. Tubuhnya kini ingin didesak oleh Yan Yan: “Nah, Ah..”

Jari Yan Yan yang lembut memasuki bagian belakang Xiaomi yang sudah basah. Membuat tubuh Xiaomi semakin rendah. “Woh, Yan, ah, ah sakit..”

Yan Yan semakin menekan Xiaomi: “di mana yang sakit?”

“Ah, ah,, mereka ingin kau memasuki ku” ucapan Xiaomi yang eksplisit membuat wajahnya makin memerah.

Akhirnya,  saat Su Xiaomi masih menahannya, Yan Yan kemudian memasukkan miliknya ke bagian belakang Xiaomi, membuat Xiaomi merasa nyaman dan mendesah “ah, uh, uh, ah, Yan, aku ingin,, aku mau,,”

Tempat tidur mereka berbunyi lagi, tapi mereka tidak mempedulikannya. Xiaomi terus merangkak dengan tangan, kaki, dan pinggangnya: “lebih tekan sedikit, ah, ah, ke, keras”. Sementara mereka berdua masih dalam kondisi penuh gairah, tiba-tiba saja tempat tidur mereka berbunyi untuk yang terakhir kali, dan semuanya pun jatuh berantakan. Su Xiaomi berteriak, mereka berdua jatuh ke lantai bersama dengan tempat tidurnya. Yan Yan lalu berdiri dan melihat semuanya berantakan, ia pun mengeluarkan rokok dan menyalakannya. Sementara Xiaomi masih terduduk tak bereaksi apapun di sebelah tempat tidur yang sudah rusak. Nampaknya dia terkejut karena kecelakaan yang tiba-tiba itu.

Yan Yan menyindir nakal: “kenapa kau harus membuatnya sulit.. bagus,  kau sudah membuat tempat tidur ini rusak”

Su Xiaomi melihat ada sebuah lubang di dekatnya, ia menggigit bibir bawahnya malu “di situlah kita akan tidur malam ini, ah”

“kita bisa tidur di lantai” Yan Yan memerintah Xiaomi agar meletakkan selimut di lantai, kemudian mereka berbaring di sana. Xiaomi tidak bisa bangun, ia menempel pada Yan Yan yang tubuhnya mulai dingin. Xiaomi membungkuk dan berkata di telinga Yan Yan: “seharusnya ini bukan menjadi masalah, tapi kita terpaksa melakukannya”

“akhirnya tiba juga, ah?”

“lebih baik dengan selimut”
***

*chapter ini lebih sulit,, uughh… mandarinnya syusyah~~

Wednesday, November 18, 2015

[Lyrics: PINYIN & ENG Trans.] 无言 (Without Words a.k.a Speechless) by Lin Yijie & Cheng Qihao

Singer: Kong Chuinan, Huang Lige, Liu Meilu, Dong Yufeng, Ma Yao
Song language: Mandarin
Lyrics: Chen Peng
OST: Like Love –Even If You’re Man, I’ll Still Love You- & Like Love 2 –Nobody Knows But Me-




Ni zhong shi jing jing kan zhe wo
You’ve been watching me in silent
Yi shi hen jiu de qi dai
And waiting for too long
Wo bu zhi shi fou na jiu shi
I don’t know if it’s really is
Man zin lian yi de ai?
our passional waving love?

Bu zhi cong na tian qi
Don’t know when our love started
Bu zhi dae na nian zhi
and don’t know how long it’ll last
Ni zong shi mo mo deng dai
I’ll wait for you in silent
Mo mo di deng dai
Keep waiting in silent

Wo zao yi jing ming bai
I’ve understood for a long time
Dan wo que nan yi duo kai
But I wasn’t able to run away
Zhi yin ni de ai bu shuo thu lai
Just because you didn’t confess your love
Neng bai tuo shi su jian de ai
We can hide from normal love
Neng cheng shou liu yan gan kai
We can accept the rummours and censure
Zhi you wo zhi
Only I know
Ni shi nan de wo ye ai
You’re a man I still love you

Ni zong bu jing yi kan zhe wo
You’ve always looked at me
Bu yong yan yu de biao bai
Need no word to say
Wo bu zhi shi fou na jiu shi
I don’t know if it’s really is…
Shu yu wo men di ai
Really is our love
Bu zhi cong na tian qi
Don’t know where this feeling started
Bu zhi dao na nian zhi
and don’t know how long it’ll last
Wo zong shi wu yan deng dai
I’ll wait for you in silent
Wu yan di deng dai
Keep waiting like this

Wo zao yi jing ming bai
I knew it from the beginning
Dan wo que nan yi duo kai
But I couldn’t run away
Zhi yin de ai bu shuo chu lai
Just because of the love you didn’t tell me
Neng bai tuo shi su jian de ai
We can hide from normal love
Neng cheng shou liu yan gan kai
We can accept the rummours and censure
Zhi you wo zhi
Only I know
Zhe fen ai qing tai nan ai
That our love is so tiring

Zi cong na yi tian qi
Since the day I loved you
Ai ni bu neng ting zhi
My love for you is endless
Ni zhong yu bu zai deng dai
At the end, you couldn’t wait anymore
Deng wo de dao lai
Wait for me to come

Ni zong shi jing jing kan zhe wo
You’ve been always watching me in silent
Yi shi hen jiu de qi dai
As if it was your only thing you wanted
Wo bu zhi shi fou na jiu shi
I don’t know if it’s is
Shu yu wo men de ai
Really is our love

Bu zhi cong na tian qi
Don’t know when this feeling started
Bu zhi dao na nian zhi
And don’t know how long it’ll last
Wo zong shi wu yan deng dai
I’ll wait for you in silent
Wu yan di deng dai~
Keeping waiting like this~

Wo zao yi jing ming bai
I knew it from the beginning
Dan wo que nan yi duo kai
But I couldn’t run away
Zhi yin ni de ai bu shuo
Because you didn’t confess
Shuo chu lai, whoah~
Confess to me, whoah~
Neng bai tuo shi su jian de ai
We can hide from normal love
Neng cheng shou liu yan gan kai
We can accept the rummours and censure
Zhi you wo zhi
Only I know
Ni shi nan de wo ye ai
You’re a man, I still love you
Zhi you wo zhi
Only I know
Ni shin an de wo ye ai
You’re a man, I still love you

Tuesday, November 17, 2015

[BL NOVEL] I want to be your man (Indo trans.) chapter 55


Title: I want to be your man
Author: Angelina
Chapter: 55/121
Genre: Boys Love
Original Novel:
http://www.blnovel.com/10/10587/
Language: Bahasa Indonesia
N.B: Hanya menerjemahkan novel karangan Angelina dari Mandarin ke Indonesia dengan beberapa improvisasi. Saya tidak mengambil keuntungan apapun atas terjemahan ini. Kesalahan kata dalam penerjemahan mohon dimaklumi, karena masih belajar. Update akan ASAP.. Terima kasih ^^.
Didedikasikan kepada seluruh fans Yan Yan x Su Xiaomi (Dong Yufeng x Ma Yao) Indonesia.


Chapter 55: Rumah Nenek, Tempat Kisah Cinta yang Indah

Xiaomi pun pulang, sementara di rumahnya menyiapkan makan malam, Xiaomi memasang wajah muram. Melihat wajah anaknya yang seperti itu, Ibu Xiaomi bertanya: “Xiaomi, ada apa denganmu?”

“Ma, ada sesuatu yang belum aku katakan padamu tentang Yan Yan yang sebenarnya. Walaupun rumahnya mewah  dan uangnya berlimpah, ia tidak mendapat kehangatan dari keluarganya seperti keluarga kita. Ayahnya membenci Ibunya yang membiarkan Yan Yan kabur dari rumah bersama pacarnya. Sejak saat itu ayahnya mengusir Yan Yan. Meski Yan Yan tidak memberitahu betapa sedihnya ia, tapi seringkali aku melihatnya menghapus air matanya dan berpura-pura tegar. Sekarang dia tinggal di rumah sendiri sudah lebih dari setahun. Aku ingin dia menemaniku ke rumah nenek, akan kejam bila aku membiarkannya sedih terus.” Xiaomi berbicara dengan nada yang semakin sedih di akhir.

Ibu Xiaomi melihat ekspresi kesedihan anaknya: “kasihan sekali Yan Yan, bagaimana bisa kau tidak bilang sebelumnya. Ibu juga ingin ia datang ke rumah tahun baru ini”

Ayah Xiaomi juga  melanjutkan: “ajaklah dia kalau dia mau pergi ke rumah nenek. Xiaomi, kau harus bersikap baik pada orang lain”

Xiaomi menepuk-nepuk bahu ayahnya, “jangan khawatir, aku mengerti kok”

Tapi Xiaomi memikirkan sesuatu hal yang membuatnya merasa sangat pintar, jika dia menelepon Yan Yan, pasti ia tak akan mau pergi. Jadi Xiaomi meminta Ibunya lah yang menelepon Yan Yan. “Ma, kau tau kan, Yan Yan itu jika aku memintanya pergi, pasti ia berpikir aku merasa bersalah padanya, jadi.. Mama saja ya yang menelepon” nada bicara Xiaomi berubah dewasa.

“Ini sesuatu yang bagus untukku”

Ini pertama kalinya Yan Yan merasa ada hawa dingin muncul tiba-tiba. Tiba-tiba ponsel Yan Yan berdering, ia melihat telepon rumah Xiaomi di sana.

“Halo?”

“Yan Yan ah, aku Ibu Xiaomi. Xiaomi akan pulang ke rumah neneknya besok, tapi aku tidak percaya Xiaomi bisa pulang kembali. Jika tidak keberatan, mau kah kau menemani Xiaomi menemui neneknya di desa?”

Yan Yan bukan orang yang bodoh, yang dengan mudah membiarkan Xiaomi pergi: “tidak, bibi. Aku baik-baik saja”

“Baguslah, maaf merepotkan. Dan juga, jangan bersedih ya” sambungan pun terputus.
Yan Yan menyipitkan matanya heran, ‘jangan bersedih’?

Keesokan harinya, Yan Yan sudah tiba di depan pintu rumah Xiaomi. Xiaomi membuka pintu dan terkejut melihat Yan Yan hanya beberapa meter di depannya, ia pun melompat ke arah Yan Yan. “Yan~~~” ucapnya manja.

“Apa yang kau katakan pada orang tuamu?” Tanya Yan Yan bingung, jelas membuat Xiaomi kikuk dan mengganti topik pembicaraan: “ah, ha ha, kau tidak membawa barang-barang? Kita harus cepat pergi, mobilnya juga”

Xiaomi berlari ke kamar, tapi melihat Yan Yan tidak mengikutinya, Xiaomi berpikir bahwa Yan Yan pasti akan menghukumnya nanti. Tapi untungnya sebelum Yan Yan menanyainya lebih lanjut, Xiaomi pergi menuju ke arah pintu. Yan Yan menyimpulkan, dari barang yang dimasukkan Xiaomi ke dalam koper, ia sangat bersemangat sekali. “Yan~ ayo pergi.”

Duduk di kursi mobil, Xiaomi terus berandai-andai. Nenek adalah orang desa yang tidak seperti orang kebanyakan, Xiaomi dan Yan Yan bisa berjalan mengelilingi halaman sambil bergandengan tangan, memetik bunga dan Yan Yan membuatkan mahkota bunga untuknya. Ditambah dengan penglihatan kakek neneknya yang kurang baik, pendengarannya pun juga.  Jadi mereka tidak akan mudah menemukan Xiaomi dan Yan Yan saat berduaan. Xiaomi pun berpikir bahwa rumah nenek adalah tempat romantis yang paling indah.

Yan Yan terlihat sedang duduk di samping Xiaomi dengan kening yang berkerut. Gila pikirnya, Xiaomi berbicara dengan MP3 padahal terlihat sedang membaca buku.

Sepanjang perjalanan Xiaomi terlihat bersemangat sekali, ia bahkan melompat kegirangan seperti monyet. Yan yan kemudian duduk dan memakai seatbelt, mereka pun melanjutkan perjalanan. Akhirnya setelah satu jam duduk di mobil, Xiaomi keluar dan berteriak “Nenek, aku datang”

Melihat ada anjing yang terus menggonggong tepat dihadapan Yan Yan dan Xiaomi sambil menggerakkan ekor dan menjulurkan lidah, Xiaomi meneriaki anjing itu di depan Yan Yan. “kau tidak boleh menyentuh Yan Yan, pikirkan, eh, kau tidak bisa berpikir, kau si anjing pemakan kotoran masih hidup saja, bahkan sampai presiden berganti pun kau masih hidup.”

Kemudian Nenek Xiaomi datang. “Xiaomi, kau datang, ah.. inikah temanmu? Ibumu sudah bercerita padaku”

Yan Yan lalu mengubah posisinya menjadi di depan Xiaomi. “Jangan khawatir, Yan. Aku tak akan membiarkan kotoran anjing ini mengenai tubuhmu. Nek, kenapa si hitam masih hidup?”

“Si Hitam mati karena prematur, ini anaknya”

Xiaomi terlihat sangat lega, tapi masih waspada pada tatapan anjing hitam kecil ini, sama seperti induknya yang suka menjilat kotoran. Mungkin keturunan mereka ditakdirkan untuk menjilat kotoran. Yan Yan bersikap ramah pada nenek Xiaomi: “Nenek masih nampak sehat. Bagaimana dengan kakek?”

“Dia, ah, Kakek tadi pergi bersama temannya bermain kartu.”

“Ah, aku minta maaf jika mengganggu waktumu”

“Dengar nak, kau sangat perhatian daripada Xiaomi”

Halusinasi saja, halusinasi saja itu, berdiri di depan pria ini ah, orang-orang cuma melihat sedikit sisi baik Yan Yan, bahkan neneknya sendiri terus tersenyum pada Yan Yan, dunia sudah terlalu gila. Su Xiaomi lama berpikir, menatap curiga Yan Yan dari belakang sampai neneknya masuk ke dalam rumah. Rumah nenek Xiaomi punya halaman, semuanya ada empat bungalo, yang ditengah merupakan tempat pemujaan roh leluhur.  Kakek neneknya tinggal jauh dari ruangan itu, terdapat juga sebuah dapur di sana.

“Mendengar kau akan datang, nenek sudah menyiapkan dua kamar untuk kalian”
Ucapan neneknya membuat Xiaomi protes. “apa? Dua?”

“Xiaomi, kau tinggal di sini, Yan Yan di kamar sana.” Jari nenek Xiaomi menunjuk salah satu kamar. 
“Nenek antar untuk melihatnya”.

Bagaimana bisa? Dia dan Yan Yan tidak sekamar berdua, Nek.. kenapa jadi ada banyak kamar di sini? Salah perhitungan!

Nenek Xiaomi mengantar Yan Yan ke kamar, “Yan Yan, baguslah kau tinggal di sini”

“Ya” Yan Yan tersenyum ramah.

“Xiaomi, pergilah ke kamarmu dan kemasi barang. Nenek ambilkan air di baskom untuk mencuci” Sementara nenek pergi, Xiaomi mengangkat kopernya dan menyelinap ke kamarnya. Yan Yan melihat ada yang tidak beres, ternyata ia menemukan Xiaomi yang sedang mengambil palu dari dalam koper. ‘bahkan dia sudah membawa barang ini’ batin Yan Yan. Misinya adalah membuat kasur itu terlihat jelek dengan memukul-mukulkan palu ke kasur.

Yan Yan tidak menghentikan Xiaomi, tapi ia berdiri di depan pintu sambil menyalakan rokok dan nenek Xiaomi pun datang. Yan Yan dengan lembut memanggil Xiaomi. “Xiaomi, nenekmu datang”

Cepat-cepat Xiaomi memasukkan palu ke dalam kopernya, ia bergegas berdiri di samping neneknya. “Nek, kasurnya jelek, bagaimana nanti aku bisa tidur, aku bilang pakai kayu itu tidak bagus”

Nenek Xiaomi yang mendengarnya, masuk ke kamar sambil membawa baskom air dan melihat kasurnya menjadi berantakan. Ia berkata dengan heran “aku tidak bisa menunggu hingga besok pagi”

“Nek, kau ingin aku tidur di mana..ah?”

“pinjam saja kasur yang lain”

Su Xiaomi menjadi panik. “jangan ah, akan bermasalah nanti. Tetapi kalau pindah, aku bisa bersama dengan Yan Yan”

“Aku jadi tidak takut akan meremasmu”

“Tidak masalah, apa yang perlu ditakutkan dari dua pria dewasa yang terlihat normal ini. Yan Yan tidak keberatan, kan?” Xiaomi mengedipkan mata ambigu ke arah Yan Yan.

Xiaomi pun mengemasi barang-barangnya dan membawanya ke kamar, tapi Yan Yan segera menarik tangan Xiaomi dan berbisik padanya “Su Xiaomi, nampaknya kau sudah begitu lapar”.

***



notes: duibuqi~~ maaf kalau kalimatnya agak beda dikit sama versi asli. Saya sudah usahakan yg terbaik dan masih butuh dukungan untuk melanjutkan translate ini asap. xie xie :)

Thursday, November 5, 2015

[Lyrics: CYRILIC & ENG Trans.] Доза (Поезда-самолеты) [Doza (Poyezda-samolety) / Dose (trains, planes)] by Elvira T



Премьера песни "Elvira T - Доза (Поезда-самолеты)" состоялась - 27 мая 2015.
 

....................
Шепот, губы, ты мир, хрупкий.
Shepot, guby, ty mir, khrupkiy.
Whisper, lips, peace you, brittle.

Выше, риски, любовь, близко.
Vyshe, riski, lyubov', blizko.
Higher risk, love, close.

Уже поздно, считать звёзды.
Uzhe pozdno, schitat' zvozdy.
It is late, count the stars.

Реки, слёзы, счастье, доза.
Reki, slozy, schast'ye, doza.
Rivers, tears, happiness, dose.


Летят поезда!
Letyat poyezda!
Flying Train!

Самолёты плывут.
Samoloty plyvut.
Float planes.

Мы сходим с ума!
My skhodim s uma!
We are going crazy!

Нам говорят все вокруг.
Nam govoryat vse vokrug.
We are told all around.


Летят поезда!
Letyat poyezda!
Flying Train!

Самолёты плывут.
Samoloty plyvut.
Float planes.

Мы сходим с ума!
My skhodim s uma!
We are going crazy!

Нам говорят все вокруг.
Nam govoryat vse vokrug.
We are told all around.

Жить так, быстро, скорость, искра.
Zhit' tak, bystro, skorost', iskra.
To live so fast, speed, spark.

Мысли, в небо, ты там, не был.
Mysli, v nebo, ty tam, ne byl.
Thoughts in the sky, are you there was not.

Запах терпкий, снимай, мерки.
Zapakh terpkiy, snimay, merki.
The smell of tart, shoot, measurements.

Взгляды, пробки, любовь, за сколько?
Vzglyady, probki, lyubov', za skol'ko?
The views, cork, love, for how much?

Летят поезда!
Letyat poyezda!
Flying Train!

Самолёты плывут.
Samoloty plyvut.
Float planes.

Мы сходим с ума!
My skhodim s uma!
We are going crazy!

Нам говорят все вокруг.
Nam govoryat vse vokrug.
We are told all around.

Летят поезда!
Letyat poyezda!
Flying Train!

Самолёты плывут.
Samoloty plyvut.
Float planes.

Мы сходим с ума!
My skhodim s uma!
We are going crazy!

Нам говорят все вокруг.
Nam govoryat vse vokrug.
We are told all around.


Шепот, губы, ты мир, хрупкий...
Shepot, guby, ty mir, khrupkiy...
Whisper, lips, peace you, fragile ...