Sunday, August 28, 2011

Fanfic Alice Nine&ViViD : Summer ¦ Autumn (Chapter 3)


Title                  : Summer  ¦ Autumn
Author              : Hikari Ogata a.k.a Eri Tonooka
Fandom/Pair     : Alice Nine, ViViD/(ShouXHiroto)
Genre               : Drama, Romance, Family, BL, Incest juga gak ya??
Chapter            : 3/6
Summary          : Sepertinya mereka akan membicarakan sesuatu yang sangat penting malam ini
Mood                : lagi kesengsem sama senyumnya Takeru SuG.. kyaaaa~~~ jadi nosebleed saiia



“tadaima~~~”

“Ko-ki, dari mana saja kau. Malam-malam begini baru pulang! Kakak sangat khawatir”
“hehe.. maaf kak. Tapi Ko-ki senang bisa diajak jalan-jalan sama kak Shou”
“Hiroto, kau sama sekali tak mengkhawatirkanku ya?” Shou nampaknya agak kecewa
“untuk apa mengkhawatirkanmu, kau kan bukan anak kecil lagi” acuh Hiroto tanpa memandang Shou
“tapi aku ingin sekali dikhawatirkan olehmu” Shou tersenyum kecil
“he??” wajah Hiroto memerah
“kak Hiro wajahnya merah” ucap Ko-ki tiba-tiba, dan itu membuat Hiroto makin menjadi-jadi malunya
“sekarang kau tidur.. besok nenek mau datang. Katanya mau ngajak Ko-ki jalan-jalan lagi” suruh Hiroto agar ia bisa terhindar dari prasangka tak enak dari Shou
“Horeee, nenek datang~~~~”
“Ko-ki sekarang tidur ya. Semoga mimpi indah” Shou memberi ucapan selamat tidur dengan mencium kepala Ko-ki dan mengantarnya menuju kamarnya


Setelah  Shou mengantarkan Ko-ki, dia ingin cepat tidur dan pergi ke kamar’nya’. Begitu ia buka pintu yang tidak terkunci, di situ ia melihat pemandangan yang membuat jantungnya hampir copot. Hiroto sedang mengganti bajunya dengan piyama.
“weks!!!! Hei!!” teriak Hiroto sekencangnya begitu melihat pintu yang semula tertutup tiba-tiba terbuka dan kembali menutup lagi
“maaf….!... Aku tak sengaja” napas Shou menderu-deru
“apa yang kau lihat tadi!!”
“aku tak melihat apapun.. kumohon maafkan aku..” sekarang Shou jadi takut dengan Hiroto. Takut akan mendapatkan omelan darinya nanti
Butuh waktu yang agak lama untuk Hiroto mau membuka pintu kamarnya
“hei! Kau masih di situ?” tanya Hiroto yang sudah berubah nadanya
“i..i.iyya” Shou gugup
“masuklah”
Perlahan anak pintu bergerak dan dengan hati-hati Shou masuk ke sana, dalam keadaan mata tertutup.
“kenapa kau? Tutup mata segala. Aku sudah pakai baju, tenang saja” Hiroto meyakinkan
Dan Shou pun membuka matanya
“maafkan aku soal barusan. Aku tak bermaks….”
“lupakan saja. Sekarang kau tidur sana, pasti kau lelah setelah seharian menemani Ko-ki. Aku benci mengatakannya tapi, aku berterima kasih padamu untuk Ko-ki” Hiroto membungkuk dalam, ia sangat berterima kasih karena melihat perbedaan yang baik dari seorang Ko-ki oleh Shou
“iya, sama-sama. Aku tidur dulu ya. Oyasumi Nasai” Shou pergi menuju tempat tidurnya yang bersebelahan dengan tempat tidur Hiroto. Dia senang sekali dengan sikap manis Hiroto padanya.
“oyasumi Nasai”

Hiroto tak bisa tidur lagi, ia hanya melihat jam dinding dan sesekali melihat kalender. Matanya tertuju pada sebuah lingkaran merah kecil yang rasanya pernah ia buat di kalender itu. Ia pun berdiri dan memastikan tanggal penting apakah yang sampai-sampai pernah ia buat lingkaran di situ.
‘ya Tuhan! Aku hampir lupa’



“ehm… hei kau. Kau sudah tidur?” Tanya Hiroto pelan
“ah, eh.. kau bicara denganku?”
“ya iyalah. Mau bicara dengan siapa lagi?”
“belum. Kau sendiri belum juga tidur. Kenapa?”
“aku ingin bicara denganmu” tak mau buang-buang waktu, Hiroto bangkit dari tempat tidurnya menuju tempat tidur Shou. Sepertinya mereka akan membicarakan sesuatu yang sangat penting malam ini
“ada apa?” tanya Shou
“besok ulang tahun Ko-ki. Dan bodohnya aku, aku sama sekali tidak ingat dan aku belum menyiapkan apapun untuknya”
“oh, jadi?”
“kau mau membantuku menyiapkan pesta untuknya? Aku pasti akan sangat tertolong”
“asalkan kau dan Ko-ki bisa sama-sama bahagia, aku mau melakukannya” Shou tersenyum
“terima kasih banyak. Kalau begitu, besok temani aku membeli perlengkapannya ya. Onegaishimasu”
“onegaishimasu..”
Hiroto kembali lagi ke tempat tidurnya, hatinya merasakan ada yang aneh. Baru kali ini dia bicara berdua saja dengan Shou sejak pertama kali bertemu. Mungkin ini yang namanya cinta.

__***__

Esok paginya nenek Ko-ki dan Hiroto datang berkunjung, padahal sang nenek punya maksud lain. Ko-ki sengaja diajak jalan-jalan supaya Hiroto bisa mengatur rumahnya dengan aksesoris ulang tahun tanpa ada yang mengganggu.
“Hiroto, nenek bawa Ko-ki jalan-jalan dulu ya.. malam nanti baru pulang” ajak nenek sambil memegang pegangan kursi roda Ko-ki
“iya nek.. hati-hati di jalan”
“kak Shou,, Ko-ki titip kak Hiro ya..” ucap Ko-ki polos
“iya… kakak akan jaga kak Hiro untukmu”
“sudah-sudah, kalian ini apa-apaan sih” ucap Hiroto malu
“dadah kak~~~”
__***__

“sekarang aja yuk belinya” tawar Shou
“iya. Aku ke dalam dulu ambil uangnya”

“ayo berangkat” ajak Shou masih dengan senyuman mautnya, tapi kali ini ia julurkan tangannya agar Hiroto mau meraihnya
“apa ini?”
“pegang tanganku”. Hiroto memerah lagi wajahnya. Ia pun tak bisa menolak, karena baru kali ini Shou bersikap lembut padanya
__***__

Sampai di area mall, Shou sedikit kebingungan untuk memilih kado yang pas untuk Ko-ki
“menurutmu, kado yang tepat buat Ko-ki apa?” tanya Shou ingin tahu
“apa ya? Mungkin action figure mobile suit gundam..”
“aku beli itu saja” ucap Shou spontan
“hei..hei… itu kan mahal. Kau punya uang lebih?”
“tidak apa-apa. Khusus untuk Ko-ki  akan kubelikan apapun itu”
“huh, sebenarnya kau ini siapanya Ko-ki sih? Seperti kakaknya saja”
“karena aku memang kakaknya” ucapnya ringan
“ah,sudahlah.. tak usah banyak bercanda. Sekarang kita harus beli perlengkapan ulang tahun di sana” tunjuk Hiroto di sebuah toko perlengkapan anak-anak super lengkap dan mengajak Shou cepat-cepat ke sana
“hmmm….”
.
.
.
‘satu hal yang belum kau ketahui..aku tak pernah bercanda dengan apa yang kukatakan, Hiroto’


To Be Continued

Author’s Note : Shou selalu jadi milik Pon…  dan Pon juga selalu jadi milik Shou.. nah kalo saya apaan?? SAYA BERUSAHA MENJADIKAN MEREKA JADI MILIKKU!!!!! Maruk!!!

Fanfic Alice Nine&ViViD : Summer ¦ Autumn (Chapter 2)


Title                  : Summer  ¦ Autumn
Author              : Hikari Ogata a.k.a Eri Tonooka
Fandom/Pair     : Alice Nine, ViViD/(ShouXHiroto)
Genre               : Drama, Romance, Family, BL, Incest juga gak ya??
Chapter            : 2/6
Summary          : “Sebenarnya dia tak ingin kehilanganmu, makanya dia sampai berbuat seperti itu”
Mood                : pengen bikin project yang ada Takeru-nya, kenapa malah balik lagi ke ShouPon??? Huh, saiia benar” jadi maniaknya mereka sekarang


‘sniff..sniff.. wangi apa ini? Kelihatannya enak, hmmm.. seperti roti panggang, tapi siapa yang sepagi ini buat roti panggang?’ Hiroto terbangun dari tidurnya karena mencium bau harum dari arah dapur. Segera ia ke sana tanpa membasuh muka terlebih dulu. Dia ingin tau siapa yang sedang memakai dapurnya
“ohayou..” sapaan lembut keluar dari bibir Shou
“hei..hei.. kau sedang apa?” Hiroto mengucek matanya untuk memastikan bahwa yang dilihatnya itu bukan Shou
“aku lagi buat sarapan. Semoga kau suka” Shou tersenyum
“Ko-ki mana?!” tanya Hiroto panik
“dia masih tidur”
“kenapa kau tak membangunkanku. Seharusnya aku saja yang membuatkan sarapan” protes Hiroto
“aku tak ingin membuatmu pusing dengan tingkahku yang mungkin menjengkelkanmu dari kemarin”
“kau sudah mandi?”
“ya sudah dong.. masa’ wangi begini belum mandi huh >0<”
“fufufu.. siapa tau saja kan?” Hiroto tertawa melihat ekspresi cemberut lucu Shou
“kalau kau tertawa, lebih manis daripada marah-marah lho” ucapan Shou seakan menyihir perasaan Hiroto saat itu. Semenjak ia melihat sikap baik Shou pada Ko-ki bahkan sampai Shou tidur pun, Hiroto tak bisa menyembunyikan perasaannya pada Shou. Diam-diam Hiroto menyukai Shou
“apa-apaan kau!! Sudah, aku mau mandi dulu. Bikin sarapan yang benar, kalau tidak enak awas saja!” Hiroto pun pergi ke kamar mandi dengan wajah memerah karena malu. Dia benar-benar speechless mendengar kata-kata itu dari Shou

“Sarapan sudah siap…” Shou meletakkan beberapa potong roti panggang dan selai berbagai macam rasa di meja makan. Ia ingin hasil kerja kerasnya dipuji oleh Hiroto.
“whoaa.. kelihatannya enak,, aku makan ya kak” ucap Ko-ki riang sehabis turun dari kamranya di lantai dua
“makan saja.. kakak bikin ini buat Ko-ki. Semoga kau suka”
“hmm..nyam..nyamm.. enak kak, beda sama buatannya kak Hiro” ucap Ko-ki polos
“memangnya buatan kakakmu seperti apa?” tanya Shou ingin tau sekaligus menyindir Hiroto
“roti di bagian pinggirnya kadang-kadang agak gosong”
“Ko-ki, jangan bicara sembarangan!” Hiroto cemberut
“hihihihi…” Shou terkekeh geli
“kau juga! Jangan tertawa!” Hiroto makin sebal
“tapi,, aku bangga dengan kakak.. karena kak Hiro lah yang terus mengurusku sampai sekarang semenjak ibu tak ada dan ayah yang selalu sibuk dengan urusannya” mata Ko-ki menjadi sayu, memorinya kembali teringat masa-masa dimana ia masih berkumpul dengan keluarga yang utuh sampai kejadian dia harus ditinggal sang ibu untuk selamanya
‘Ko-ki’ ucap Hiroto lirih
“hei Hiroto.. bagaimana dengan roti panggang buatanku ini? Enak tidak?” tanya SHou untuk mencairkan suasana
“tidak enak!” jawabnya bohong
“kalau tidak enak kenapa tetap di makan?”
“wekss… itu karena tak ada makanan lain lagi yang bisa kumakan”
“ohh, begitu.. padahal  kan di lemari makanan masih ada mie ramen cup”
“yikes!! Kenapa kau tak bilang!! Bikin sebal saja!!”
“jujur saja kalau makananku memang enak…hihihi” goda Shou
“huh! Kau menang, tapi tidak lain kali!” Hiroto menahan malu
“nah, gitu dong… jangan jaim begitu”
“hahaha… kakak lucu wajahnya” Ko-ki ikut-ikutan tertawa
“oh,ya.. Ko-ki, hari ini mau tidak kakak ajak jalan-jalan?” tawar Shou mengganti topik perbincangan
“huwaa.. jalan-jalan? Mau kak..Ko-ki mau!!!”
“hei! Mau kau bawa ke mana Ko-ki?” protes Hiroto
“aku akan membawanya mengelilingi Ginza” jawab Shou santai
“tidak bisa! Ko-ki masih harus istirahat. Dia tak boleh sakit sedikitpun!”
“kakak~~~aku ingin jalan-jalan.. selama ini kan aku jarang sekali keluar..” Ko-ki memasang wajah memelas
“Ko-k… huh, yasudah tapi kau harus janji pada kakak kau tak boleh sakit sepulang nanti” Hiroto mewanti-wanti
“iya kak.. Ko-ki janji!! Ayo kak Shou~~~” tangan Ko-ki pun langsung menarik lengan Shou, rupanya ia tak sabar untuk menghirup ‘udara bebas’
“Hiroto, Ko-ki kubawa dulu ya..” pamit Shou
“Daggg kakak~~~”
“iya,,” Hiroto hanya bisa pasrah

__***__

“nah, Ko-ki mau beli apa? Nanti kakak beliin deh” tawar Shou ramah
“ummm,,apa ya? ..ah, itu!! Ko-ki mau es krim coklat itu kak” tunjuk Ko-ki pada sebuah kedai eskrim pinggir taman
“ini buat Ko-ki, adik kak Shou yang paling pintar” Shou pun menyerahkan satu cup es krim coklat ukuran besar pada Ko-ki
“terima kasih,kak.. lho, kakak gak beli juga?” Ko-ki bingung
“tidak usah, Ko-ki saja yang makan es krimnya”
“heheehe”
“kita duduk di sana aja yuk” tunjuk Shou ke sebuah kursi taman di dekat air mancur yang kebetulan kosong
“iya kak”
Shou membawa Ko-ki dan memberhentikan dorongan kursi rodanya tepat di samping ia duduk. Cukup lama mereka diam, menikmati suasana kota Tokyo. Terlebih lagi Shou yang melihat ekspresi wajah Ko-ki yang nampaknya sangat bahagia. Shou turut bahagia dengan sikap Ko-ki padanya.
“Ko-ki…”
“iya?” Ko-ki menoleh ke arah Shou, sembari memasukkan beberapa sendok es krim ke dalam mulutnya
“boleh gak aku tanya?”
“tanya apa kak?”
“soal kakakmu, Hiroto”
“ada apa dengannya?”
“apa dia sering memarahimu?”
“tidak pernah kak.. kak Hiro itu selalu menyayangiku, jadi ia tak pernah sekalipun marah padaku”
“oh,, syukurlah”
“kalau aku lihat, kak Shou suka ya sama kak Hiro?” ucap Ko-ki dengan polosnya
“ha??? Tidak tidak!!! Kau ini suka bercanda rupanya” Shou salah tingkah
“tidak kak. Aku bicara serius. Terlihat dari mata kak Shou”
“hahaha… Ko-ki,, kau pasti bangga punya kakak seperti dia. Aku jadi iri”
“tapi terkadang kak Hiro juga menyebalkan”
“menyebalkan apa?” Shou menoleh cepat
“kak Hiro selalu saja overprotective. Aku gak boleh ini itu, rasanya agak dikekang”
“aku tau perasaanmu. Sebenarnya dia tak ingin kehilanganmu, makanya dia sampai berbuat seperti itu”
“dari mana kakak tau?”


“hmm.. karena aku tau Hiroto dari dulu”


To Be Continued


Author’s Note : Aneh ya kalo si Pon jadi kakak… biasanya juga dia yang jadi adek ato anak kecil yang imut”.. ckakakak.. (ingin merubah image saja)…. “Kyaaaa~~~ kakak Hiro, aku mau jadi adikmu~~” (ngarep)

Fanfic Alice Nine&ViViD : Summer ¦ Autumn (Chapter 1)



Title                  : Summer  ¦ Autumn
Author              : Hikari Ogata a.k.a Eri Tonooka
Fandom/Pair     : Alice Nine, ViViD/(ShouXHiroto)
Genre               : Drama, Romance, Family, BL, Incest juga gak ya??
Chapter            : 1/6
Summary          : Bagaimana mungkin ia harus melewati satu musim bersama orang asing yang bakal tinggal di rumahnya
Mood                : Liat Ko-ki di PSC VBR, kok mirip keak orang Korea yak?? Cuma satu kata, CUTE~~



Menjadi sebagai seorang pengasuh anak setiap hari bukanlah sesuatu yang mudah seperti membalikkan kedua tangan. Tapi itulah yang Hiroto lakukan. Bukan anak orang lain yang ia urus, melainkan adik tirinya sendiri. Walaupun mereka dilahirkan dari rahim ibu yang berbeda, tapi sifat kasih sayang seorang kakak kepada adiknya tak mungkin ia bisa tutupi. Yah, memiliki adik untuk sebagian orang memang ada yang suka dan ada yang tidak suka. Dan memiliki adik yang normal merupakan impian dari semua kakak manapun. Tak bisa dipungkiri, sekarang Hiroto harus mengurus adik laki-lakinya yang sudah mengalami kelumpuhan permanen. Tapi bagi Hiroto, adiknya adalah sosok pribadi yang tegar dan itulah yang membuat Hiroto sangat menyayanginya

Hiroto dan adiknya, Ko-ki seperti biasa sedang menikmati udara di awal musim panas di area yang sudah menjadi tempat santai mereka. Di halaman belakang rumah itulah, sehari-harinya mereka menghabiskan waktu bersama
“kakak, aku ingin ke luar rumah” pinta Ko-ki memelas
“jangan,sayang. Kau tau ‘kan, di luar banyak orang jahat” ucap Hiroto sabar
“ummm, kalau begitu kakak kok boleh keluar?”
“kakak kan sudah besar, jadi kakak bisa menjaga diri. Kalau Ko-ki kan masih kecil”
“huh, alasan yang sama!”
“jangan ngambek gitu dong, nanti gak kakak belikan permen lolli lho. hihihi”
“>0<”

Selang beberapa lama, bel pintu rumah tiba-tiba berbunyi
“kakak lihat dulu ya, Ko-ki di sini aja”
“iya kak”

Hiroto pun menuju ke halaman depan rumahnya dan menemukan seorang laki-laki tinggi dengan mengenakan pakaian serba hitam plus kacamata yang hitam juga
“cari siapa ya?” tanya Hiroto yang berhasil membuat orang itu terkejut, karena kehadiran seorang tuan rumah yang tidak muncul dari dalam rumah, melainkan dari halaman belakang
“oh, eh,, anou.. etto.. aku cari orang yang bernama Hiroto Ogata” jawabnya gugup
“aku sendiri. Ada perlu apa ya?” Hiroto bingung
“umm, kenalin aku Shou. Aku yang akan membantumu untuk mengurus anak Kamui-Sama”
Penjelasan dari orang yang bernama Shou itu membuat Hiroto kaget bercampur bingung
“hei, sebenarnya kau siapa? Datang ke rumah orang seenaknya saja berkata seperti itu!”
“kan aku sudah bilang. Aku Shou. Aku dapat tugas dari ayahku untuk mengurus anak dari Kamui-Sama” jawabnya dengan senyuman
Tak ingin mendengar candaan Shou lebih lama, Hiroto pergi meninggalkannya sendiri. Hiroto menuju ke dalam rumah dengan terrgesa-gesa
“hei, kau mau kemana?!”


Di dalam, Hiroto bermaksud menelepon ayahnya. Mencari penjelasan dari semua maksud orang itu-Shou-tadi
“halo, ayah. Yah, apa maksud ayah menerima orang lain untuk mengurus Ko-ki?!!” napas Hiroto tersengal-sengal
“hhooho, Shou sudah datang ya?” ucapnya santai
“ayah!! Kenapa ayah lakukan itu!”
“ayah hanya ingin membantumu saja. Pasti kau kecapekan kan harus mengurus Ko-Ki  setiap hari?”
“ayah sendiri kan tau, kalau aku sanggup untuk mengurus Ko-ki  sendiri. Memangnya ayah mau kalau nanti Ko-ki  tidak sayang lagi padaku, malah nanti lebih sayang pada orang lain!!”
“Hiroto, kau kan kakaknya. Ayah sengaja mendatangkan Shou untuk membantumu agar kau merasa lebih dapat tantangan untuk mengurus Ko-ki”
“maksud ayah?” Hiroto tambah bingung
“kau cari tau sendiri saja. Sekarang ayah lagi banyak urusan. Jaga Ko-ki baik-baik, dan kau harus bersikap sopan pada Shou. Mengerti?”
“iya ayah” Hiroto pasrah
“sudah ya, ayah titip salam pada Ko-ki dan Shou. Jaa matta”
Sambungan telepon terputus

Hiroto kembali ke halaman depan rumah, namun ia tak menemukan Shou di sana. Lalu ia beralih ke halaman belakang di mana Ko-ki berada. Di situ ia melihat Shou dan Ko-ki sedang bercengkerama bahkan sampai tertawa-tawa. Baru kali ini ia lihat Ko-ki bisa tertawa lepas seperti ini. Inikah Ko-ki yang sebenarnya?
“Ko-ki, kau sudah minum obat?” tanya Hiroto, menghentikan aktivitas yang dilakukan Shou dan Ko-ki
“sudah,kak. Barusan kak Shou yang memberikannya padaku” jawabnya masih dengan senyum berser-seri
“ehmm.. kau tadi sedang apa di dalam? Kau bahkan mengacuhkanku tadi?” ucap Shou yang bangkit dan berdiri di hadapan Hiroto
“maaf. Bukan apa-apa”
“adikmu lucu ya?”
“tidak! Ko-ki sama sekali tidak lucu! Dia hanya akan menjadi beban buatmu!” sergah Hiroto cepat
“hei, apa yang kau maksud? Aku serius kok, dia benar-benar  seperti,…. adikku.”
“….”
“hmm, kau sangat beruntung. Karena kau masih mempunyai adik yang selalu menemanimu walaupun tak sesempurna orang kebanyakan. Sedangkan aku, kakak tak punya, adik pun sudah meninggal” ucap Shou ringan, matanya tak menuju ke arah Hiroto, pandangannya hanya melihat Ko-ki saja
“lalu? Kau berharap aku mengasihanimu dan mau mengijinkanmu untuk mengurus Ko-ki?”
“aku tak perlu minta kasihan darimu, aku hanya ingin merawat Ko-ki. Itu saja”
“terserah kau mau bilang apa, yang jelas aku tak akan mengijinkanmu menyentuh Ko-ki lagi!” ucap Hiroto ketus. Segera ia mendorong kursi roda Ko-ki menuju ke dalam rumah, ia ingin menjauhkan Ko-ki dari Shou. Hiroto benar-benar takut kalau saja Ko-ki lebih menyayangi Shou daripada dia sendiri
“hei! Kok aku ditinggal!”

“kak,, aku mau main sama kak Shou” rengek Ko-ki
“Ko-ki, sayang. Kakak tak mau kau kenapa-napa. Kau di sini saja ya”
“hei.. hei.. turuti saja keinginannya, toh aku tak akan menyakitinya” suara menyebalkan itu tiba-tiba saja muncul dari arah pintu depan. Bodohnya Hiroto yang lupa mengunci pintu tadi
“kau lagi. Kenapa kau tak pulang saja” Hiroto makin geram
“huh, berapa kali lagi harus kubilang. Aku di sini akan merawat Ko-ki… sampai awal musim gugur”
CTTARRR
Bagai petir di siang bolong, Hiroto harus mendengar semua perkataan nyata ini. Bagaimana mungkin ia harus melewati satu musim bersama orang asing yang bakal tinggal di rumahnya..
“kak Shou,,ayo  main lagi..”
“iya Ko-ki, tapi kakakmu ini tak mau mengijinkanku. Bilang padanya ya”
“kakak… Ko-ki mau main sama kak Shou..” pinta Ko-ki memelas
“ii..ii.iiya” Hiroto mengalah
“horee,, ayo kak Shou” ucap Ko-ki riang
Shou pun membawa Ko-ki menuju halaman belakang. Hiroto masih sedikit shock, ia lalu berdiri sejajar dengan Shou dan berkata, “kalau bukan karena Ko-ki, tak akan kuijinkan”
“terimakasih, Hiroto” lagi-lagi Shou tersenyum, senyum yang paling menjengkelkan bagi Hiroto

Sepertinya Ko-ki sangat senang dengan kehadiran orang baru di sisinya. Terlihat jelas dari raut wajahnya yang menggambarkan kebahagiaan. ‘Ko-ki saja tak pernah sebahagia ini sebelumnya. Siapa sebenarnya Shou ini?’ batin Hiroto
__***__

Jam malam-22.00- sudah tiba. Waktunya Ko-ki dan Hiroto untuk tidur. Namun satu orang lagi Hiroto hampir lupa, ya.. Shou. Hiroto bingung mau menempatkan Shou untuk tidur di mana. Karena biarpun rumah itu luas, tapi semua kamar di situ sudah penuh, kecuali kamar Hiroto yang memang di disain besar dan memiliki dua tempat tidur. Sementara Ko-ki hanya bisa tidur sendirian di kamarnya. Mau tak mau Shou harus tidur sekamar dengan Hiroto.
“tak ada pilihan lain. Kau mau tidak tidur di sini? Kalau tidak mau juga tak apa” tawar Hiroto mencoba ramah
“kau tak keberatan aku tidur di sini?” Shou ragu-ragu
“tidak apa-apa, lagipula tempat tidur kita dibatasi sekat juga. Kau tak perlu khawatir” Hiroto meyakinkan, walaupun dia sendiri kurang yakin
“terima kasih,ya sebelumnya”
“iya, sekarang kau cepat tidur. Besok harus bangun pagi”
“hmmm”
Hiroto dan Shou bergegas menuju tempat tidurnya masing-masing. Mereka pun tak tau kalau sebelum tidur mereka masih saling memikirkan satu sama lain. Hiroto jadi susah tidur.

~Shou’s POV~
‘oh,Tuhan. Kau telah mempertemukanku dengan orang yang paling kurindukan. Tapi sayangnya dia benar-benar sudah lupa padaku. Tak apalah, asalkan aku bisa bersamanya sampai awal musim gugur nanti, aku harus bersabar.. terimakasih Tuhan’
Kuhadapkan tubuhku kearah kanan agar aku bisa ‘mungkin’ berhadapan dengan Hiroto. Semoga saja cepat atau lambat dia bisa mengerti siapa sebenarnya aku.
‘Hiroto, Hiroto… sifatmu masih saja seperti yang dulu.. tetap keras kepala. Hihihi’

~Hiroto’s POV~
‘ya Tuhan, kenapa kau mempertemukanku dengan orang seperti dia… huh, aku tak tau harus berekspresi bagaimana dan seperti apa. Aku tak suka kehadirannya tapi Ko-ki kenapa malah menyukai dia.. arrghhh,, aku bukan kakak yang baik. Tapi kalau dipikir-pikir kok aku merasa ada yang aneh ya, hmmm.. sepertinya aku pernah mengenal Shou sebelumnya, tapi masalahnya aku tak ingat apapun. Mungkin Cuma perasaanku saja, yah, mungkin karena kekesalanku hari ini padanya’
Aku mencoba mengganti posisiku yang semula menghadap kanan menjadi ke arah kiri
‘pasti dia sudah tidur, nengok gak ya? Nengok…enggak..nengok..enggak..nengok..enggak.. huh, nengok aja deh sekali’ langsung ku beranjak dari tempat tidur menuju tempat tidurnya yang berada di seberang sana. Perlahan kulihat dia tertidur lelap dibawah selimut tebal milikku-yang mungkin sekarang sudah jadi miliknya-. Aku tak percaya harus mengatakan ini, dia benar-benar manis waktu tidur, tidurnya lebih mirip seperti anak kucing. Jadi tak tega aku waktu memarahinya tadi siang.
Ah sudahlah, buat apa aku ngurusin orang seperti dia… dia cowok menyebalkan!!!

~Shou’s POV~
‘astaga, kenapa dia kemari!!! Untung saja aku pura-pura tidur, kalau tidak aku pasti bisa salah tingkah. Huh, ya Tuhan kenapa dia belum tidur juga? Hampir saja aku bersuara tentangnya… fiuh, selamat..selamat…’
Sekarang aku harus tidur, aku tak mau diomeli lagi olehnya… semoga malam ini aku mimpi indah, dengan kehadiran Hiroto di dalamnya… amin..


To Be Continued


Author’s Note : Saiia berjuang sekuat tenaga membuat fanfic ini di bulan puasa… astapiruloh,, bukannya nambah pahala malah nambah dosa..ampunilah hamba-Mu ini ya Alloh…*sembah sujud*. Yah, gapapalah.. lagipula ide YAOI-nya ngalir terus..hahahaha XDXDXD