Friday, August 29, 2014

Skins TV Series

Hello! Welcome back at this blog <3~~ Untuk postingan ini, saya (biar lebih sopan pake ‘saya’ aja ya XDDD) akan menulis review tentang drama remaja yang saya suka hampir setahun ini, yaitu Skins. Bagi yang belum tau, Skins adalah drama remaja dari Britania Raya (Inggris) yang dibuat oleh Bryan Elsley dan James Brittain untuk Company Pictures dan tayang di channel E4 tahun 2007-2013. Skins menceritakan tentang kehidupan sehari-hari para remaja Bristol, United Kingdom. Di mana kehidupan mereka tak luput dari ‘kebebasan’ dan hura-hura ala remaja. Bisa dikatakan Skins ini sama seperti Glee namun versi Inggris nya. Walaupun berasal dari UK, Skins juga membuat versi Amerika nya yang hanya digarap satu season saja. Yah, menurut saya pribadi jalan cerita dan penokohannya jauh lebih bagus yang original UK.

[Warning Alert: TV Series ini tidak direkomendasikan untuk penonton di bawah umur. Harus dibekali iman yang kuat jika ingin tetap menontonnya #IYKWIM XDD]

Saya menyukai Skins karena saya baru mengetahui kalau aktor favorit saya Nicholas Hoult ternyata dulu pernah bermain di drama remaja tersebut sebagai aktor di generasi pertama. Btw, Skins ini punya 3 generasi yang mana setiap generasi itu membintangi dua season sekaligus. Dan tidak hanya itu, setelah selesai dengan season ke enamnya, Skins kembali membuat satu season perpisahan di season 7 tahun 2013 kemarin.

Di generasi pertama season 1 &2 berikut pemainnya:

Nicholas Hoult as Tony Stonem

Tony merupakan aktor utama di generasi pertama ini yang paling ‘good looking’ dibanding teman satu gengnya. Selain tampan, dia juga cerdas dan berbakat dalam hal musik. Tapi sayang, karena ketampanan itulah dia menjadi playboy walaupun sudah memiliki kekasih.

Joseph “Joe” Dempsie as Chris Miles

Chris adalah tokoh yang paling “slebor” dan “urakan” di sini. Dalam setiap scene, ia sering terlihat minum alkohol, narkoba dan melakukan seks dengan beberapa wanita termasuk di episode “Chris” ia melakukannya dengan dosennya sendiri. Tapi walaupun begitu, Chris sangat peduli pada teman-temannya.

Mike Bailey as Sid Jenkins

Sid adalah sahabat baik Tony yang culun. Penampilan sehari-harinya tak lepas dari kupluk dan kacamata. Ia sangat menyayangi Tony sebagai sahabat tapi di sisi lain ia mencintai pacar Tony. Sid tak mau merebut pacar Tony karena Tony adalah sahabat baiknya, dan ia hanya bisa menyimpan perasaan cintanya dalam-dalam.

April Pearson as Michelle Richardson

Michelle adalah pacar Tony yang cantik dan seksi. Banyak lelaki yang mengagumi Michelle dan ingin menjadikannya pacar. Karena kesempurnaan itulah Sid mencintai pacar Tony ini. Michelle sendiri tau kalau Sid mencintainya dan terkadang ia menggoda Sid dengan mencium Tony di depan Sid.

Larissa Wilson as Jal Fazer 

Jal adalah anak seorang musisi terkenal dan memiliki bakat sama seperti ayahnya. Jal pandai memainkan klarinet dan bebrapa kali menjadi pemimpin resital di kampusnya. Ia juga teman dekat Michelle yang selalu memberi saran pada masalah percintaan Michelle.

Dev Patel as Anwar Kharral

Anwar merupakan satu-satunya tokoh yang berperan sebagai muslim dari Pakistan di geng Tony. Walaupun muslim ia masih meragukan kemuslimannya. Menjadi minoritas di geng nya membuat ia mengikuti kebiasaan teman-temannya yang cenderung bebas.

Mitch Hewer as Maxxie Oliver

Maxxie adalah sahabat baik Anwar yang berparas manis. Dengan bakat menari ditambah wajah yang tampan, serta sifatnya yang baik tak heran banyak gadis-gadis yang menyukainya. Tapi Maxxie tak akan tertarik dengan gadis manapun karena dia seorang gay. Bahkan Anwar pun tidak mengetahui kalau Maxxie adalah gay.

Hannah Murray as Cassie Ainsworth

Cassie adalah tokoh yang cukup ‘freak’ dan ‘beautiful failed’ dengan gaya bicaranya yang agak ‘lemot’. Apalagi penyakit anehnya yang memiliki kesan buruk terhadap makanan, karena itulah ia ragu dalam memakan sesuatu. Di episode satu, Cassie bertemu Sid di pesta Abigail. Saat mengobrol dengan Sid itulah Cassie mulai menyukai Sid.

Kaya Scodelario as Effy Stonem

Effy adalah adik perempuan Tony yang masih duduk di bangku SMA. Ia memasang wajah anak baik-baik di depan orang tuanya, padahal setiap malam ia selalu pergi ke club dan pulang pagi. Dengan bantuan sang kakak, Effy tak pernah ketahuan oleh orang tuanya.

Aimee-Ffion Edwards as Lucy “Sketch” (hanya muncul di season 2)

Sketch adalah gadis stalker yang selalu memotret kegiatan Maxxie. Ia juga pernah menyusup ke kamar Maxxie dan cerobohnya meninggalkan jepit rambutnya di sana. Maxxie pun membenci Sketch dan sebaliknya, Sektch menjadikan Anwar sebagai pelarian.

Beberapa pemain di generasi ini merupakan aktor dari bintang film terkenal seperti Nicholas Hoult di film X-MAN fireclass, X-MAN 2014, Warm Bodies, Clash of the Titans dan Jack the Giant Slayer. Lalu Dev Patel kita tau dia adalah pemeran utama di film Slumdog Millionaire dan pemeran Pangeran Zukho di Avatar The Last Airbender. Dan baru-baru ini Hannah Murray (Cassie) membintangi film berjudul God Help The Girl yang tayang di UK.

Sejauh saya menonton season 1 & 2, karakter antar pemain cukup jelas. Persahabatan mereka banyak dibumbui konflik seperti ketidakpercayaan, percintaan yang tidak seharusnya dan sebagainya. Karena dari awal mereka sudah terjalin persahabatan, maka apapun kesalahan yang pernah dilakukan, yang lain akan membuka hatinya untuk memaafkan. Begitu pula dengan cinta, siapa yang tahu kalau akhirnya Chris memiliki niat untuk menikahi Jal. Namun pada akhirnya Chris harus meninggalkan Jal, sahabat dan keluarganya untuk selamanya. Dan satu hal yang mungkin bisa dijadikan pertimbangan, sebrengsek apapun sahabatmu, bahkan yang sudah mengencani kekasihmu tanpa sepengetahuanmu. Dia tetaplah sahabatmu, yang selalu menyayangimu. Untuk yang ini, silakan anda mau pilih yang mana. Tetap menganggapnya sahabat atau musuh. Yang jelas, akhir season ini cukup manis. Episode yang paling menarik menurut saya ada di episode 2 “Cassie” & 6 “Maxxie & Anwar” (season 1), episode 4 “Michelle” & 10 “Everyone” (season 2)

Untuk review bisa dicari sendiri di wikipedia dan kalau mau nonton searching di YouTube aja <= dia blogger pemalas *ditimpuk

Lanjut ke generasi 2 (season 3&4) berikut pemainnya:


Kaya Scodelario as Effy Stonem

Setelah sang kakak Tony menjadi pemain utama di generasi satu, kini sang adik di generasi 2. Di season ini Effy makin terpuruk dengan semua keadaan, mulai dari keluarganya sampai kehidupannya yang berantakan. Dan Freddie lah yang berhasil menyelamatkannya dan mencintainya dengan tulus.

Luke Pasqualino as Freddie McClair

Freddie adalah seorang piatu yang kini tinggal dengan ayah dan adik perempuannya. Memliki sahabat baik bernama Cook dan JJ yang ketiganya disebut Three Musketeers. Namun persahabatan mereka diuji dengan kehadiran sosok Effy. Freddie dan Cook pun tak jarang berkelahi karena Effy.

Jack O’Connell as James Cook

Bisa dikatakan Cook adalah Chris generasi 2. Semenjak Freddie lebih mementingkan Effy dibanding dengan sahabatnya, JJ selalu mengikuti Cook kemanapun dan JJ mau saja disuruh apapun oleh Cook. Namun dibalik sifat kebrutalannya, Cook sangat menyayangi kedua sahabatnya sejak kecil itu.

Ollie Barbieri as JJ Jones

JJ adalah mantan penderita autis yang memiliki keahlian bermain sulap. Ia adalah satu-satunya yang tidak populer diantara geng nya. Mencium gadis pun ia tak berani, namun berkat Emily yang membantunya sebagai sahabat, JJ mulai berani menunjukkan dirinya sebagai laki-laki sejati.

Lisa Backwell as Pandora Moon

Di season 2 Pandora sudah muncul sebagai teman dekat Effy di SMA. Berlanjut ke season 3 & 4, Pandora yang dulunya dikenal sebagai gadis aneh dan ‘anak mami’ ini mulai mengikuti kebiasaan geng Effy. Mencoba drugs dan seks seperti Effy.

Merveille Lukeba as Thomas Tomone

Thomas adalah imigran dari Kongo yang pindah ke Bristol  untuk hidup mandiri. Pertemuan pertamanya dengan Effy & Pandora. Lalu ia bekerja di kampus Effy dkk dan mulai menjalin hubungan dengan Pandora.

Lily Loveless as Naomi Campbell

Naomi adalah gadis blonde yang di awal pertama masuk kuliah menjadi bahan olokan Cook dan Katie. Awalnya ia gadis yang cuek dan tidak suka dengan kehadiran ‘teman’ barunya, namun seiring berjalannya waktu Naomi bisa bersahabat dengan mereka semua. Termasuk kepada Emily yang diam-diam menyukainya.

Kathryn Prescott as Emily Fitch

Emily adalah kakak kembar Katie yang kepribadiannya lebih kalem dan pendiam. Sejak bertemu dengan Naomi, ia mulai merasakan dirinya jatuh cinta pada Naomi yang jelas adalah perempuan. Ia sangat mencintai Naomi dan terus berjuang hingga Naomi mau membalas cintanya.

Megan Prescott as Katie Fitch

Berbeda dengan Emily, Katie jauh lebih ‘bitch’ dari sang kakak. Ia senang bergonta ganti pasangan dan bahkan pernah mengencani Freddie. Tapi ia tahu hanya Effy lah yang dicintai Freddie dan ia pun menyerah. Dibalik penampilan dan sifatnya yang ‘liar’ itu, Katie sangat menyayangi keluarganya terutama sang kakak.

Ada yang kenal dengan para pemain di generasi 2 ini ? yup, Luke Pasqualino membintangi film Snowpiercer sebagai Grey, di BBC UK ia membintangi series The Musketeers yang berperan sebagai d’Artagnan. Kaya Scodelario berperan sebagai Peshet di film Clash of the Titans (bareng Nicholas Hoult XDD), tahun ini dia main film berjudul The Mazz Runner sebagai Teresa, bagi penggemar Robbie William, Kaya juga pernah menjadi model video clipnya yang berjudul Candy. Kathryn Prescott yang sampai saat ini masih membintangi tv series berjudul Finding Carter yang tayang di MTV UK dan akan berlanjut sampai season 2 nanti. Nah, dan untuk Jack O’Connell, ia cukup terkenal dengan perannya di film 300:Rise of an Empire, dan Desember tahun ini juga ia menjadi pemeran utama di film Unbroken garapan sutradara Angelina Jolie. Yang menarik di sini adalah ia akan beradu akting dengan Miyavi (yang kita kenal sebagai Samurai Guitarist). Jack berperan sebagai Louis Zamperini dan Miyavi sebagai Mutsuhiro “The Bird” Watanabe.

Review saya tentang season 3 dan 4 ini gak terlalu bisa dijadiin bahan referensi karena saya belum nonton episode 6-9 di season 4 ;;A;; saya baru nonton sampe episode 5 doang... dan untuk review generasi 3, season 7 dan Skins versi Amerika, secepatnya akan saya buat biar lengkap. Jadi kesimpulan yang bisa saya ambil dari menonton season 3 dan 4 ini adalah, konflik yang di season 3 masih belum dapat karena baru perkenalan para pemain, dan di season 4 lah konflik mulai mencuat. Adegan dan cerita membuat saya ikut merasakan dan terbawa suasana. Emily dan Naomi yang hubungannya maju mundur, Cook yang dipenjara karena memukul orang di pesta, hubungan Freddie dan Effy yang ceritanya benar-benar “angst”. Sejauhini saya lebih suka di season 4 dengan semua alur cerita yang menurut saya “ini lah Skins”. So, buat siapa saja yang mau nonton Skins, silakan saja tapi ingat.. harus dibekali iman yang kuat dan sekali lagi ini bukan tontonan rekomendasi untuk yang dibawah umur.

Tunggu postingan selanjutnya~ see you later!


Friday, July 4, 2014

Grieva band Profile


Melanjutkan postingan sebelumnya tentang profil band Crimson Shiva, kali ini gw memperkenalkan sedikit band bernama Grieva (yang sempet gw singgung di post sebelumnya). Grieva adalah band visual kei indie yang dibentuk pada tahun 2012 namun baru debut tahun 2013. Gw suka Grieva karena pertama musiknya yang bisa diterima telinga gw, kedua vokalnya unik, dan yang terakhir visual look mereka yang terlihat lebih ke gothic.

Berikut penampakan member Grieva yang gw ambil dari new look mereka di single Saigo no Bansan:



Member:

狂鬼-kyouki-

Part: Vocal
Birthday: 04.25
Blood Type: O
Previous bands: ex-ヴェルゼ (Vell;ze), リロード (reload)



碌-Roku-
Part: R Guitar

Birthday: 10.12
Blood Type: A
Previous bands: ex-ヴェルゼ (Vell;ze), リロード (reload)
Fan mail: roku@grieva.com



陽-haru-
Part: L Guitar

Birthday: 07.04
Blood Type: A
Previous bands: ex-La'festae, ArecsiA, LIP SERVICE, リロード (reload)
Fan mail: haru@grieva.com



緋雨-Hisame-
Part: Bass

Birthday: 02.27
Blood Type: O
Previous bands: ex-Falaq, DIEVA, LIP SERVICE, リロード (reload)



琉碧-Rui-
Part: Drums
Birthday: 05.15

Blood Type: B
Previous bands: ex-TWICER, リロード (reload)
Fan mail: rui@grieva.com



Waktu awal-awal Grieva debut, gw malah gak suka dan cenderung “ini band apa sih, kelam banget”. Daaann,, setelah gw donlot (iseng’’) lagunya yang Diary,,,, OHEMJIII.. GW SUKA BANGET !!!! yah, walaupun pas nonton PV nya berasa ngeliat Dir en Grey *uhuk*. Lanjut ke Diary, gw nemu PV Wish di maxi single Saigo no Bansan,, well gw juga suka Grieva versi slow. Dan yang bikin tambah suka permainan bass nya yang dominan kedengar. Member favorit gw di Grieva yaitu Hisame, yah karena itu tadi dia main bass nya keren dan style nya juga wuoogh *O*

Untuk lagu recomend banget yang Diary, Wish, dan Dead[en]D. Untuk yang lain mungkin kurang cocok bagi yang baru mau dengar musik macam Grieva. Di profil atas gw gak nyantumin nick twitter mereka karena mereka gak punya twitter sodara sodara. Yang ada cuman twitter band Grieva sendiri.

OHP mereka bisa di klik di sini
Twitter Grieva bisa di klik di sini

Crimson Shiva band Profile

Gw mau memperkenalkan band yang semenjak setahun terakhir apdetannya selalu gw ikutin karena gw suka musik dan visual band mereka. That’s Crimson Shiva. Biografi Crimson Shiva sendiri gw ambil dari beberapa sumber seperti JPopAsia, visualioner dan OHP Crimson Shiva.

Crimson Shiva adalah band indie visual kei dari Kansai yang dibentuk dan muai debut pada tanggal 14 Februari 2011 yang terdiri dari 5 orang member. Semakin bertambah tahun, Crimson Shiva mulai menunjukkan perkembangannya sebagai band indie yang sekarang mulai sejajar dengan band RevleZ. Dan berikut penampakan kelima member Crimson Shiva yang gw ambil dari new look mereka di Demon’s Garden:


Member:

鴾弥-tokiya-

Part: Vocal

Birthday: 08.05

Blood Type: A
twitter: @cs_tokiya



明日華-asuka-

Part: R Guitar

Birthday: 06.16

Blood Type: O
twitter: @cs_asuka



神路-shinji-

Part: L Guitar

Birthday: 04.22

Blood Type: O
twitter: @cs_shinji



夏朧-natsuki-

Part: Bass

Birthday: 12.03

Blood Type: A
twitter: @cs_natsuki



亜輝-aki-

Part: Drums

Birthday: 06.29

Blood Type: A
twitter: @crimson_shiva



Discography:
1st Mini Album: IDEAL
1st Single: VanishRaid (2011.06.19)
2nd Single: Gerbera (2011.12.03)
3rd Single: Yukigeshou (2012.05.02)
4th Single: Demon’s Garden (2013.08.14)
5th Single: Shokugan (2014.07.23)

Gw mulai suka sama band ini waktu single keempat mereka Demon’s Garden rilis. Gw buka youtube dan nontonin PV nya, gw pun langsung jath cinta sama si gitaris Asuka. Selain dari visual looknya yang cantik, gaya main gitarnya juga lucu. Musik Demon’s Garden juga menurut gw easy listening walaupun growlnya lumayan di sana sini, dan itu juga yang bikin gw betah sama suaranya Tokiya.

Setelah Demon’s Garden, PV buat full lbum mereka PANDORA berjudul Period musiknya juga asik. Vokalnya Tokiya khas banget jadi nyaman dengernya (kalo gw sih). Tapi ini recomend banget buat yang suka sama vokal berat macam Tokiya. Kalau gw mau ngebandingin sih, mirip sama Kyouki nya Grieva, cuman agak alus dikit *halah bahasanya* XDDD

Btw, baru aja album omnibus The Conquest of NANIWA rilis dimana omnibus itu lagu-lagunya dibawakan oleh 11 band dari Kansai dan salah satunya Crimson Shiva. Di track nomor 8, Crimson Shiva bawain lagu berjudul 6 Gatsu no Amefuru Yoru dan ada PV nya juga ternyata. Dengar spotnya sih lagunya tetep rock dengan growlnya yang khas,  tapi dari segi PV keliatan temanya romance (scene nya dilihatkan jari tangan Tokiya dililit benang merah/akai ito bareng model cewek) U know lah maksud gw dan arti benang merah itu sendiri. ahh,, gw jadi ga sabar nunggu seseorang aplot full album omnibus nya ^^o

Bagi yang mau nulis fanmail ke mereka, itu udah gw tulis di profile mereka di atas. Dan sekedar info, kalau yang sering balas mention twitter itu Asuka & Tokiya. Tapi kudu pake nihon go kalau mau dibales cepet dan mereka berdua punya waktu sendiri buat balesin mention fans. Cuma bedanya, kalau Asuka lebih terbuka sama fans, apapun mentionnya dia pasti balas ataupun di retweet. Nah, kalo Tokiya, dia cuman bales mention yang ada kaitannya sama lagu atau live mereka. Jadi kalau mau nanya kabar atau cuman bilang ‘I like your new look’, jangan harap dibalas Tokiya walaupun Tokiya pas lagi balesin mention fans. Kalau yang lain jarang atau malah gak pernah balesin mention fans. Tapi, pas Aki ultah kemarin, semua fans pada ngucapin (termasuk gw X////D) dia cuman pasang twit yang kalo diterjemahin ke Indonesia begini: “Untuk semua mention dan pesan ulang tahun saya, saya ucapkan terima kasih banyak”. Keliatan banget kalo dia orangya gak banyak rempong, beda ama Asuka >///< dia gak ngebalesin mention ultahnya satu satu, dia cuman nge retweet doang dan bikin TL pada saat itu penuh sama retweetannya doang haha XDDD.

Mau tau lebih tentang Crimson Shiva, bisa dicek di OHP mereka (link on the below)
http://crimsonshiva.main.jp/pc/

Thursday, July 3, 2014

Garing Conversation (ShouPon)


Ini adalah percakapan garing antara kegombalan si Maou dengan kepolosan si tupai bungsu bernama Pon. Semoga pada saat sudah di tengah cerita, anda tidak berpikir seribu kali ‘kenapa gue mau baca ini cerita??!!’. Karena saya sudah mengingatkan kalau percakapan di bawah ini sangat garing. Yang mau lanjut baca, tanggung sendiri resikonya XD

Ini ceritanya berlatar di ruang mekap artis. Tersebutlah dua anak adam (bukan anaknya Adam&Shota XD) yang lagi beduaan di sono. (Sono Manpera: “apaan manggil-manggil gueh?!)

Shou: “Pon, malem minggu ini ada acara ga?” *dempet2 badan ke mpon*

Pon: “ada” *ga peduliin Shou, sibuk sama mainannya (baca: gitar)*

Shou: “acara apaan?” *suasana hati drop tiba-tiba*

Pon: “adaaa ajaa..” *tetep ga bergeming dari gitar tercintanya*

Shou: “Pon main rahasia-rahasiaan. Kasih tau lah..” *mood makin di bawah standar*

Pon: “kenapa Shou yan mau tau? Kan itu acaranya Pon” *tampang tak berdosa*

Shou: “kan Pon pacarnya Shou...nyehehehe” *ketawa maksa*

Pon: “ehh? Sejak kapan?” *Pon pun akhirnya noleh ngeliatin Shou, minta klarifikasi*

Shou: “emm.. kapan ya? Emang belum sih, tapi kan suatu saat Pon PASTI jadi pacarnya Shou” *tingkat rasa percaya diri: 100%*

Pon: “memangnya Pon mau sama Shou yan?”

Shou: *dalem ati pengen bawa pulang ini anak, trus dimakan idup2* ‘sabar Shou..’

Pon: “Shou yan mau tau beneran Pon ada acara apaan malam minggu ntar?”

Shou: “iya iya iya” *ngangguk sampe kepala mau lepas*

Pon: “Pon ada janji sama Torashi ke Across the Border”

Shou serasa dijatuhi batu segede gaban yang langsung meluncur dari tebing tertinggi !! dia tidak terima !!!!

Shou: “apa?? Sama si macan? Ke bar nya Ken itu?” *ga nyante*

Pon: *manggut-manggut*

Shou: “sama Tora doang? Berdua?” *nyesek juga Shou nanya gini*

Pon: “sebenernya mau ajakin Manabu sama Kazuki, tapi mereka mau ngedate di tempat lain. Jadi mereka ga ikut.”

Shou: *mikir sambil ngulang omongannya Pon* ‘mereka mau ngedate? Jadi tujuannya ini tupai sama macan mau ngedate juga gitu?!’. “kok Shou gak diajak?”

Pon: “ini acara khusus gitaris Shou yan~” *mulai capek jelasin*

Shou: “kok gitu?” *mulai ngambek*

Pon: “Ken chan sendiri yang bilang. Tapi katanya juga, ada acara khusus vokalis. Gak tau kapan” *genjrengin gitarnya asal*

Shou: “pokoknya Shou mau ikut kalian” *maksa kayak anak kecil ngalah-ngalahin Pon*

Pon: “boleh sih, tapi Shou yan tunggu diluar”

Shou: *mojok dengan aura hitam di sekelilingnya*

Pon: “Shou yan kenapa?” *ngeliat Shou udah mau mati gak ada harapan bisa ikut*

Shou: *noleh dengan seringai* “ga apa-apa kok~”

Pon: “iih,, Shou yan serem. Kowaii...” *merinding disko*

Shou: “masa Shou gak boleh masuk. Kan sama-sama musisi” *alesan*

Pon: “mau gimana lagi. Yang punya acara Ken chan, Shou yan~”

Shou: “yaudahlah.. akurapopo” *jalan terhuyung-huyung keluar dari sana*

Pon: *saking gak pekanya diabiarin aja itu Shou keluar*

Shou: *dalem ati* ‘punya pacar gak peka amat TT^TT’


#Hari berikutnya masih di latar yang sama...

Shou: “Pon, mainin gitar buat Shou dong” * MODUS*

Pon: “lagu apa?”

Shou: “lagu cinta-cinta, apa aja deh yang Pon suka” *gombalmu kiyo*

Pon: “yang Pon suka ada banyak”

Shou: “terserah, apapun yang Pon mainin Shou pasti suka juga *gombalmu edan*

Pon: *mulai nyetel senar, siap-siap mau genjreng*

Shou: *nungguin dengan raut wajah sumringah binti bahagia ngeliat Pon begitu*

Pon: *tiba-tiba berenti. Ga jadi genjreng*

Shou: “kenapa berenti?”

Pon: “katanya Shou yan suka sama Pon. Kok jadi Pon yang main gitar. Harusnya kan Shou yan” *cemberut lucu*

Shou: *mikir* ‘tau aja ini anak kalo gue ga bisa main gitar’. “gini aja deh, Pon yang main gitar, yang nyanyi biar Shou aja”

Pon: “kenapa ga bilang dari tadi. Hampir aja Pon yang nyanyi”

Shou: *dalem ati* ‘bahaya kalo kamu yang nyanyi Pon’

Pon: *kembali siap2 genjreng... dan.... intro pertama pun terdengar*

Shou: *mulai ngerasa gelagat aneh sama ini lagu. Naga-naganya dia kenal sama intronya*

Pon: *masih genjreng dan bait pertama pun Pon yang nyanyi* “TUTUPEN BOTOLMU.. TUTUPEN OPLOSANMU ..JREENGGG..”

GUBRAK

Shou jatoh dari kursi

Pon: *brentiin main gitarnya* “loh kok jatoh?” *gak nolongin Shou, cuman ngeliatin doang*

Shou: *bangkit dengan sendirinya* “gak kok gak papa.. itu lagu kesukannya Pon?”

Pon: “iya.. Pon dapat rekomen dari Nao katanya lagu ini lagi ngetren. Jadi kemarin Pon belajar chord nya loh” *tampang gak tau tau*

Shou: *nyengir kasian* “ada lagu lain gak selain itu?”

Pon: “ada! Lagunya Koboi Junior yang eeak eeak itu lho!”

Shou: *ambil langkah seribu keluar dari ruang mekap*

Pon: “loh kok malah pergi?”


#Hari berikutnya lagi..

Pon: “Shou yan, main yuk!” *ambil kursi di depan Shou duduk sekarang*

Shou: *ngelirik doang. Kayaknya masih ngambek atas insiden dua hari berturut-turut kemaren*

Pon: “Shou yan? Temani Pon main. Bosan nih” *ngeliatin Shou dekat-dekat*

Shou: *dalem ati* ‘nih anak mau dicuekin tetep aja pasang muka begitu.. tahan Shou, demi gengsimu!’

Pon: “Shou yan marah ya sama Pon?”

Shou: *masih diem* ‘wah, kemajuan! Akhirnya ngerti juga!’

Pon: “yaudah kalo diem terus. Pon ajak Torashi main aja” *mau bangkit dari kursi, tapi langsung dicegat Shou*

Shou: “jangan main sama Tora !!! Biarpun cuman main jankenpon !!!!!” *nada kesel*

Pon: “Shou yan marahnya sama Pon apa sama Torashi? Kok Pon gak boleh main sama Torashi?” *tingkat kepluto-an: 98.8%*

Shou: “pokoknya jangan! Sini, mau main apa? Shou temenin sampe puas !”

Pon: “eehh.. Kok nadanya kesel gitu ? gak ikhlass ya?” *tampang sedih*

Shou: ‘aduh, salah lagi kan gue’ “bukannya gitu.. Shou ikhlas kok temenin Pon main” *takut ini anak kabur ke Tora*

Pon: *mulai senyam senyum gaje* “Pon mau main a—”

Tora: “Hiroto, ayo berangkat sekarang !” *Tora muncul pake baju wangi amat*

Pon: “ehh?”

Tora: “ke Across the Border, jangan bilang kamu lupa”

Pon: “oh iya,, tunggu sebentar ya”

Shou: *CENGOK*

Pon: “Shou yan, gomen ne.. Pon lupa kalo hari ini acaranya.. jaa ne!”

Shou: *diam seribu bahasa, ada efek badai salju di sekitarnya* ‘PERCUMA GUE TADI MAKSA MAKSA BIAR GAK SAMA MACAN KAMPRET ITUUU !!!!!!’

Dan Shou pun menghabiskan malam itu dengan forever alone X’’’’’’DDDDDDD


.. Garing ? emang XD #kaaboorrr