Saturday, June 29, 2013

Nyampah Akhir Juni


Sebelum mengakhiri bulan Juni tercinta ini, hendaknya gue selaku pemilik sah blog ini *dilempar officialnya* akan nyampah lagi di mari. Huooo, dengan membuang piku pada page yang benar dan sekali lagi postingan ini bener-bener nyampah deh. Bagi yang gak mau keciuman bau wangi (?) sampah macam begene, sebaiknya gak usah  buka. Cukup liat dari jarak 5 km *mending gak usah, koplak!*.

Well, banyak yang gak percaya kalo Uruha sama Mei itu mirip. Hey, you! Memangnya gak bisa liat apa mereka itu mirip?! Oke, kalo masih meragukan, nih gue kasih liat. Seberapa mirip mereka itu.

standar, men

lol Uruha
lol Mei
Apa?? Masih belum percaya? Hhh.. kau ini benar-benar. Apa mau dikasih liat paha? *readers setuju*. Gak! Gue gak bakal kasih paha di page ini. Masa’ poto mereka begitu masih dibilang gak mirip? Dasar norak *naik darah*

Gue nemu piku ini.

Ngakak liat mereka *apalagi King*. Udah kayak orang sarap nyengir-nyengir liat atas. Masaumi juga posenya kek orang mo boker. Issei sok-sok an nelpon, Tsubame gaje, Yuu juga mungkin rada heran ngeliatin King kenapa tiba-tiba jadi kek orgil gitu.

Lol juga liat ini.
 Paling ngakak liat Masaumi.

Yang punya penpic AND KiliXKen bahasa Inggris Indonesia kasii tau dong.. masa’ googling yang keluar page sendiri. haeh.. kebanyakan blog orang itu-itu aja. Ayolah,, gak tahan sudah ini pengen baca..

Kangen Kili gue. Udah berapa kali liat spotnya Forever Mission, tetep aja nangis *cengeng*. Gimana gak nangis, endingnya aja begitu. Yang belum liat nih, nonton dulu deh..

Entah kenapa nonton itu gue jadi kasian sama Ikuma. Ekspresinya sampe speechless gitu, keliatan dia nangis. Waktu tour final tahun 2010 di Shibuya O-East juga, Ikuma nangis kan? Kedengeran dia narik napasnya kek orang nangis (tau kan?). Keliatan bener kalo dia cinta banget sama agent nya. Karena fans adalah segalanya, kalo gak ada fans, artis gak bakalan terkenal.

Yah, sekali lagi buat memba ex-AND semoga pilihan buat disband itu yang terbaik. Dan buat Ken sukses sama bisnis barnya.

Oke, sebagai persembahan terakhir gue mau kasih link dunlut *tumben*. Kan xTRiPx rilis single baru tuh bulan depan judulnya Any verse. Gue mau kasih itu lagu dulu, mp3nya aja dulu lah. Gue kan baik.. hoho.. XD


Masih kurang lagi? Single baru? Oke, gue kasih. Nih..

NOCTURNALBLOODLUST – Sphere (dengerin dulu lagunya, keren sumpah)
LUCHe –Ryhtmical Days (yang ini bukan new single sih, tapi lagunya keren)

Udah ah, segitu dulu. Yang mau rikues link lagu silakan saja. Tulis di komen, ntar gue aplot.

Well, selamat menikmati weekend terakhir bulan Juni. And, see ya on July.. Kiss
 

Sunday, June 23, 2013

Fanfic [SCREW] Good Side of Me chapter 4


Title: Good Side of Me
Author: Hikari Ogata a.k.a Eri Tonooka
Chapter: 4/4 –end-
Genre: Drama, Romance, Supernatural, School activity
Pair: KazukiXManabu, ByoXRui
Rating: NC
Language: Bahasa Indonesia
A/N: Yak, akhirnya selesai juga fic birthday buat suami gue akang Abon. Ada adegan kisu-kisu seperti biasa,, tapi tenang, gak bakalan menjurus ke smut dan keluarganya kok.. Well, enjoy and happy reading.
                                                         
Good Side of Me
BugLug – Sangatsu Toka

Dua buah burger dan dua gelas cola sudah tersaji di atas meja nomor 5 franchaise bernama McD itu. Meja di mana Kazuki dan Manabu sedang berada di sana dan mulai menyantap hidangan tersebut.

“kau mau bicara apa?” tanya Kazuki sambil lalu mengunyah burgernya.

Manabu mendongak dan menatap Kazuki. “sebenarnya, apa senpai benar-benar tidak takut padaku?”

Kazuki menelan burgernya perlahan “Manabu, dengarkan aku baik-baik..” Kazuki mengambil napas “..aku tidak peduli kata orang tentangmu. Kau sama denganku, dan mulai sekarang kita jadi teman”
“dan panggil aku Kazuki saja”

Manabu merasa apa yang barusan ia ucapkan adalah yang paling tidak disukai Kazuki. Ia seperti orang bodoh saat Kazuki sendiri mempercayainya, sedangkan ia masih meragukannya.

“nee, Kazuki..”
“hmm?”
“kalau aku melihat masa depanmu, entah itu baik atau buruk, apakah kau masih ingin berteman denganku?”

Kazuki meletakkan burgernya dan meletakkan kedua tangannya di meja. “apapun yang kau lihat, tolong jangan beritahu aku. Cukup kau saja yang tau. Kau tetaplah kau, dan kau tetap menjadi temanku”

‘Kazuki, maafkan aku..’

“hei, burgernya dihabiskan”
“i..iya”

***

Sepi sekali.. ayah dan ibu pasti ke kuil.

Kunaiki tangga kayu ini dan bergegas ke kamar untuk tidur. Melelahkan, tapi cukup menyenangkan. Merebahkan diri di kasur memang yang paling nyaman. Terlebih lagi malam berbintang seperti ini. Sayup-sayup angin malam membuat suasana semakin sendu.

Teringat Kazuki lagi..

Sebenarnya, saat aku melihat Kazuki di gerbang sekolah saat jam pulang tadi, aku sudah tahu akan masa depannya. Masa depannya tak secerah wajahnya. Aku takut kalau sampai dia tahu..

Kazuki, masa depanmu akan hancur jika kau terus berteman denganku. Dosa apa aku ini? dan kenapa aku mulai menyukainya? Lebih dari ia menganggapku teman.

Aku tak bisa terus bersamanya. Dia begitu baik, dan aku hanya sebuah beban untuknya. Tapi,, aku tak ingin kehilangan dia.. teman pertama sekaligus cinta pertamaku.

***

Seminggu berlalu sejak aku menerawang masa depan Kazuki. Bagiku, Kazuki adalah segalanya. Aku tak akan bisa terus-terusan menyembunyikan apa yang kuketahui tentang Kazuki. Sebuah keburukan akan terjadi di masa yang akan datang jika aku terus bersama Kazuki. Solusi yang harus kuterima adalah memberitahukannya atau aku yang harus pergi dari kehidupan Kazuki.

Keduanya tak bisa dipilih. Apalagi dua bulan lagi Kazuki akan lulus. Itu artinya mungkin pilihan kedua cukup baik walaupun aku sangat tak menyukainya.

Demi Kazuki, aku harus pergi.


Hari ini aku harus pulang sebelum dilihat Kazuki. Karena hari ini aku akan memulainya.
Memulai untuk menjauh dari Kazuki.

***

“Haa??!! Pulang duluan lagi?!” Seru Kazuki nyaris menumpahkan segelas jus di tangannya.
“apa dia tak memberi tahumu?”
Kazuki menggeleng dengan dahi berkerut “aku berpikir dia sengaja..” ucap Rui yang sukses membuat Kazuki penasaran “maksudmu?”

“dia sengaja menghindarimu karena suatu alasan. Apa kalian kemarin bertengkar?”
“tidak. Hanya saja.. perbincangannya denganku berhubungan dengan masa depan yang dia lihat dariku”
“mungkin kau bisa menyimpulkannya dengan dia-tidak-ingin-kau-bermasalah-dengan-apa-yang-dia-lihat

Kazuki sedikit terbuka pikirannya untuk menerima perkiraan Rui kali ini. “kalau memang begitu, seharusnya dia bilang padaku”

“tapi kau kan tau kalau dia seperti itu orangnya” ucapan Rui tepat sasaran “kusarankan kau untuk meneleponnya atau berkunjung ke rumahnya”

“temani aku”

Rui memutar matanya dan mendengus keras “ayolah Kazuki.. kau bukan anak dua tahun yang masih ngompol, kan?”

“baik baik.. aku ke sana sekarang”
“Good luck!!!”

Rui mulai paham situasi yang Kazuki rasakan sekarang. Di mana ia tahu Kazuki sangat membutuhkan anak itu, bukan untuk alasan yang tidak baik. Tapi lebih ke seseorang yang sedang membutuhkan orang lain untuk mengisi hari-harinya.

“hoii, sedang apa kau di sini?!” seseorang menepuk punggung Rui dari belakang dengan cukup keras. Rui yang kaget hendak mengumpatinya dan begitu tau itu adalah Byo, ia urungkan dan lebih baik diam.

“Buat orang kaget saja!”

Byo tersenyum manis. Keren. Rui melihat Byo entah kenapa kali ini sangat terlihat keren, bahkan jauh lebih keren darinya.

“hei, jangan bengong” Rui tak sadar sudah melihat Byo beberapa detik tanpa berkedip.

“kau mau pulang, kan? Mau barengan?” tawar Byo yang mendadak membuat telinga Rui memerah. Suatu kelemahan Rui yang terlihat ketika ia sedang malu. Ya, Rui memang malu saat Byo menawarinya untuk pulang bersama.

“telingamu merah!! Kau sakit?” Sekarang warna merah sudah menjalar ke wajah Rui saat Byo menempelkan dahinya di dahi Rui. Byo hanya bermaksud untuk mengecek apakah telinga Rui yang memerah dikarenakan sakit.

“apa yang kau lakukan?!” secepatnya Rui melepaskan diri dari Byo dan menepuk-nepuk pipinya berusaha untuk menghindari rasa ‘aneh’ yang tiba-tiba muncul ini.
“ayo pulang!!!”

***

Oh Dewa, tolonglah aku ini. Aku sudah cukup banyak membuat Kazuki menderita, dan sekarang aku harus berhenti mengikutinya. Padahal baru saja kutemukan orang yang benar-benar mempercayaiku. Selalu seperti ini.

Sekarang apa?! Seseorang bertamu sesore ini? Keterlaluan!

Aku terkejut. Orang yang tiga hari terakhir ini kuhindari sekarang sudah ada di depan pintu rumahku dan menatapku seperti tidak percaya.

Kazuki berdiri di depanku saat ini.

“Manabu?” ya, suaranya masih terdengar indah seperti tiga hari yang lalu.
“ada apa?”

“kau tidak sedang menghindariku, kan?”

Dia tau. Apa yang harus kukatakan?? “..maksudmu apa?”

“jangan bohong. Selama tiga hari ini kau selalu pulang duluan dan tak bilang padaku lebih dulu. Padahal sebelumnya kau selalu pulang bersamaku. Tolong katakan yang sebenarnya..”

“Kazuki..” aku bisa melihatnya. Melihat isi hati Kazuki dan auranya. Dia, mengkhawatirkanku..
“maaf suaraku terlalu tinggi. Aku tak bermaksud jahat”

Aku tak bisa lagi menahannya. “hiks..Kazuki, maafkan aku.. aku memang menghindarimu.. tapi bukan karena aku membencimu..”

“aku..”

Kehangatan menjalar di seluruh tubuhku tiba-tiba. Aku tak percaya ini, Kazuki memelukku dan kepalanya bersandar di bahuku. Aku kehilangan kata-kata. Terlalu cepat untuk kulepaskan.

Kimi ga suki da yo..”

Kalimat itu.. kalimat yang paling kusukai. Kazuki mengucapkannya.. terlebih untukku..

“Kazuki—”

Lembut dan dingin. Kazuki mencium bibirku cepat, memotong panggilanku padanya. Ini lebih dari yang kulihat tempo hari.

“suki da yo.. suki da yo..” ucapnya di saat ia mengambil nafas

Sesaat aku merasa perlakuan Kazuki padaku ini hanya sia-sia. “Kazuki.. maafkan aku..”

“aku akan membuat masa depanku berubah menjadi lebih baik karena kehadiranmu. Aku akan buktikan bahwa cintaku jauh lebih kuat dari pada keburukan di masa depanku yang kau lihat itu” ucap Kazuki mantap “jangan takut.. aku ada di sini untukmu..”

Manabu mempercayainya. Ia percaya Kazuki adalah orang yang baik, yang mampu membawa masa depannya menjadi lebih baik juga. Kazuki is his savior, and he loves him so much.

Manabu tak akan melepaskannya. Sebab mereka saling mempercayai bahwa tak ada yang perlu ditakutkan selama mereka masih memiliki cinta dan harapan.


Owari

A/N: Ini fic pake deadline segala, makanya rada maksa endingnya. Yang jelas hepi b’day buat Abon my lopely cinta suami tercinta. Dan dua hari ke depan ada neng Saga sama Yuu ultah. Kasih selamat aja dah, maap buat neng Saga yang gak kebagian jatah fic. Ini lagi rempong soalnya..

Fanfic [SCREW] Good Side of Me chapter 3


Title: Good Side of Me
Author: Hikari Ogata a.k.a Eri Tonooka
Chapter: 3/4
Genre: Drama, Romance, Supernatural, School activity
Pair: KazukiXManabu, ByoXRui
Rating: PG
Language: Bahasa Indonesia
A/N: Penambahan beberapa karakter lewat yang hanya membuat susana semakin tidak karuan *ngomong apa sih lo?*. Well, enjoy and happy reading.
                                                         
Good Side of Me
FEST VAINQUEUR - GIFT

Pulang sekolah, Manabu melihat cuaca di luar yang mulai gelap. Hujan mengguyur kotanya saat itu, dan hujan di jam pulang sekolah membuat Manabu susah untuk pulang cepat. Ia tak mau membuat seragam sekolahnya kotor. Ia terpaksa menunggu di sekolah sendirian. Ia sudah terbiasa dan cukup berani berada di suatu tempat yang sepi sekalipun ia sendirian.

Hujan masih mengguyur dengan setia. Membuat perutnya semakin lapar dan tubuhnya semakin dingin.

“aku berharap ada sebuah payung untukku sekarang juga”

Ajaib. Sebuah tangan menyodorkan payung yang langsung melindungi Manabu dari hujan. Ini aneh. Pikirnya.

Namun keanehan itu terjawab sudah begitu melihat seseorang yang kemarin baru saja ia temui. Laki-laki tinggi berwajah tampan dengan sepasang mata yang indah itu sekarang tak mengenakan seragam olahraga. Seragam sekolah yang sama dengan Manabu kenakan.

Manabu masih takjub dengan suasana ini. Baru kali ini ada yang mau mendekatinya.

“kau Manabu Hara, kan?”

“ii..iya..”

Orang itu tersenyum manis “aku Kazuki Niikura yang kau cari tadi”

Manabu menganga mendengarnya. Jadi orang yang bertabrakan dengannya kemarin adalah orang yang membawanya ke ruang kesehatan tadi pagi. Ia mencoba melihat aura Kazuki, namun tak segelap kemarin. Kali ini auranya berwarna kuning. Sepertinya hari ini Kazuki sangat bahagia.

“terima kasih soal tadi pagi”
Kazuki mengangguk “kenapa kau bisa ada di dalam sana?”. Manabu menunduk dan raut wajahnya menjadi kurang bersemangat “aku terkunci saat aku mengembalikan bola”

“oh begitu. Hmm,, kau mau kuantar pulang?”

“kau tidak takut?”

“takut kenapa? Takut padamu? Haha,, tidak. Mana mungkin aku takut pada anak polos sepertimu” Kazuki kembali tersenyum “lagipula aku percaya padamu, kok”

Hati Manabu luluh seketika saat Kazuki mengucapkan kalimat terakhir. Manabu tau Kazuki tidak berbohong. Tidak ada ketakutan yang terpancar dari dalam dirinya. Manabu hampir menangis terharu dibuatnya.

“..kita bisa pulang sekarang, kan?”

Manabu terlalu sibuk dengan pikirannya. Sekarang ia tahu bahwa laki-laki tampan bernama Kazuki Niikura itu adalah orang baik. “ah,.. ya”

***

Semenjak meninggalkan sekolah sampai ia berbaring di kasurnya pun, Manabu tak henti-hentinya tersenyum mengingat kejadian selama ia pulang bersama Kazuki. Masih teringat jelas saat-saat ia berjalan berdekatan di bawah payung. Menghindari genangan air dan tetesan hujan dari samping, mereka saling mendekatkan diri. Sesekali Kazuki melindungi Manabu agar tidak terkena semburan air saat mobil melintas di samping mereka.

Manabu benar-benar senang,  karena baru kali ini ada siswa satu sekolahnya yang berani dan mau berdekatan dengannya. Kazuki sangat baik, berbeda dengan saat ia pertama kali bertemu. Ia jadi tak sabar untuk ke sekolah besok. Ia ingin berteman dengan Kazuki, sang kakak kelas paling populer.

“Kazuki-senpai.. terimakasih..”


“Mana-chan!! Cepatlah turun dan makan malam” teriak ibu Manabu dari lantai bawah.

“baik, Okaa-san”

***

Lama sekali pelajaran sejarah Jepang ini berakhir. Aku sudah terlampau mati bosan di sini. Anak-anak itu juga selalu diam, membuat rasa kantukku makin menjadi-jadi. Yutaka-sensei yang mengajar dengan lemah lembut itu semakin tidak karuan saja. Lihatlah dia sekarang, memakai baret berwarna biru seperti pelukis terkenal. Dia pikir dia seorang guru seni?. Ah, kenapa aku jadi sewot begini hanya karena aku ingin cepat-cepat bertemu Kazuki-senpai?

Kriiiinggg

Akhirnyaa.... jam istirahat. Aku buru-buru pergi dari kelas menyebalkan itu menuju ruang kelas 3-A.


“hei, kenapa anak itu berlari-lari? Seperti tak menghiraukan kita ada di sini” ucap seorang anak perempuan di kelas Manabu kepada temannya.
“memangnya aku peduli. Lagipula kau juga sama saja tak menghiraukannya saat dia di kelas. Kita selalu menganggapnya tak ada” jawab gadis berkepang dua itu.

“ya, kau benar. Untuk apa kita peduli”

***

“...kau seperti ibuku di rumah, Rui.. ahahahaha” seorang laki-laki berrambut hitam dan juga Kazuki sedang menertawakan Rui-pemuda manis- yang menirukan gaya Rui saat mengomel tadi.

“sialan kau, Byo!!”

Byo-pemuda berrambut hitam- dan Kazuki tak henti-hentinya tertawa melihat tingkah Rui. Kazuki telihat sampai memegangi perutnya dan menyeka ujung matanya.

“kau juga, Kazuki! Ikut-ikutan tertawa!” Rui menggembungkan pipinya yang tandanya dia sebal.
“hahaha.. maafkan aku”

Kazuki menggerakkan posisinya kembali dan pandangannya tak sengaja melihat ke arah luar dan menemukan seseorang mengintip dari luar pintu.

Kazuki mengenalnya.

“oii,, Hara!”

Mendengar Kazuki meneriaki namanya, Manabu bersembunyi dan berniat ingin pergi dari situ. Namun belum sempat mengambil langkah, Kazuki sudah ada di depannya sekarang.

“hei, kenapa kau di sini? Kau mencari siapa?”

Manabu menggelengkan kepalanya “aku.. ingin bertemu senpai”. Kazuki tersenyum mendengarnya.
“ada apa?”

“tidak ada apa-apa. Sepertinya kau sedang sibuk dengan teman-temanmu”


Di dalam, Byo masih bersama Rui yang tak beranjak dari tempatnya.“hei, Kazuki sedang bicara dengan siapa itu?” tanya Byo pada Rui yang masih kesal.
“mana ku tahu. Lihat saja sana sendiri!”
“hei,, kau marah? Jangan marah seperti itu, nanti aku tak suka padamu” refleks perkataan Byo membuat Rui merinding dan segera menghampiri Kazuki.
“ck..ck.ck.. Rui., semakin manis saja kau”


“heee??? Kau lagi? Kau kemari benar-benar ingin mengutuk Kazuki, ya?” ucapan Rui yang terdengar kurang ajar itu membuat Manabu menyadari kehadirannya kini. Kazuki langsung memukul kepala Rui, “cepat minta maaf!”

“iya iya. Maafkan aku”

“Manabu, kalau ada sesuatu yang ingin kau bicarakan, pulang sekolah temui aku di gerbang depan ya”

Manabu kembali bersemangat dan mengangguk cepat “iya. Terima kasih”

***

Sesuai ajakan Kazuki, Manabu sudah terlebih dulu berada di gerbang depan. Ia akan menunggu Kazuki di sana.

Sesungging senyuman terlihat samar saat Manabu tau Kazuki sudah keluar dari kelas dan berjalan ke arahnya. Di mata Manabu, Kazuki terlihat sempurna sekali. Dengan tinggi badan yang ideal dan paras yang menarik. Membuat seluruh laki-laki manapun akan iri. Termasuk dirinya.

“sudah lama menunggu?”

Manabu menggeleng. “lebih baik kita ke McD, sekalian ngobrol-ngobrol” usul Kazuki yang segera diiyakan Manabu. Untuk yang kedua kali, mereka pulang sekolah bersama.


Namun sepasang mata melihat mereka dari kejauhan. Sepasang mata yang menyorotkan penasaran dan kemarahan.

“Uruha-chan! Kenapa kau masih di sini? Ayo pulang” seorang gadis berkepang dua tiba-tiba muncul dan  memanggil gadis yang sedari tadi memerhatikan Kazuki dan Manabu.

Merasa tak dihiraukan, gadis itu melihat ke depan-melihat apa yang dilihat Uruha-.

“itu kan Kazuki-senpai! Dan... anak aneh itu?”
“ayo pulang!” seru Uruha berjalan pulang mendahului temannya.

“eee?? Chotto matte!!!”

To be Continue